Penulis: redaksi

Cooking Adventure 2009 sebuah even yang diadakan Prapala (Prapanca Pecinta Alam) Stikosa AWS di Food Court East Point jalan Kapas Kerampung 45 Surabaya (14/03). Acara yang bertema Show Me the Taste di ikuti 17 tim dari seluruh mapala Se-Jawa Timur diantaranya mapala dari Kediri, malang dan Surabaya Sendiri. Peserta yang keluar menjadi juara memperoleh uang tunai total 1.650.000 rupiah dan bingkisan dari panitia. UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Stikosa-AWS ini, mengadakan lomba petualangan memasak bertujuan untuk meningkatkan tali persaudaraan antar Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) se-Jawa Timur. ”Semoga tahun depan lomba ini dapat di selenggrakan kembali bahkan akan menjadi agenda kegiatan…

Read More

Cooking Adventure 2009 sebuah even yang diadakan Prapala (Prapanca Pecinta Alam) Stikosa AWS di Food Court East Point jalan Kapas Kerampung 45 Surabaya (14/03). Acara yang bertema Show Me the Taste di ikuti 17 tim dari seluruh mapala Se-Jawa Timur diantaranya mapala dari Kediri, malang dan Surabaya Sendiri. Peserta yang keluar menjadi juara memperoleh uang tunai total 1.650.000 rupiah dan bingkisan dari panitia.UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Stikosa-AWS ini, mengadakan lomba petualangan memasak bertujuan untuk meningkatkan tali persaudaraan antar Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) se-Jawa Timur. ”Semoga tahun depan lomba ini dapat di selenggrakan kembali bahkan akan menjadi agenda kegiatan tahunan…

Read More

Siapapun yang melintas di pusat kota Surabaya, pasti tergoda oleh Balai Pemuda. Bangunan bergaya klasik, dengan kubah menjulang ke langit, menjadi pembeda dengan bangunan lain di sekitarnya. Memaksa pandangan menikmati eksotika bangunan itu. Meski sekilas saja.Dihiasi pintu-pintu kayu setinggi dua meter lebih, angin-angin yang terletak di bagian atas, berpadu dengan atap setinggi hampir 9 meter, keistimewaan bangunan lawas di Jalan Pemuda Surabaya itu kental terasa. Belum lagi, karakteristik arsitektur gaya Eropa yang dimodifikasi dengan kondisi lingkungan Indonesia yang beriklim tropis basah.Keunikan bangunan yang kubahnya bergaya gotik dengan gewel khasnya itu, benar-benar menunjukkan identitas bangunan beramora kolonial. Muncul rasa “ngeri” terselip…

Read More

Bagaimana Balai Pemuda kini? Di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Surabaya, Balai Pemuda dituntut memiliki strategi pengembangan cerdas. Selain mempertahankan fungsinya sebagai ruang publik yang menampung semua aktivitas kesenian dari berbagai aliran, Balai Pemuda juga dikelola sebagai cagar budaya.Secara fisik, bangunan di Jl. Pemuda No.15 Surabaya itu dibagi menjadi beberapa bagian. Di sebelah utara, yang menjadi satu dengan gedung utama Galeri Merah Putih, ditempati oleh Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Bersebelahan dengan Galery Surabaya. Sementara di sebelah selatan, digunakan sebagai Gedung Galery Utama.Gedung yang terletak di pusat kota Surabaya itu tidak lepas dari aktivitas berkesenian warga kota sekaligus sebagai Pusat…

Read More

Tari Topeng Malang merupakan hasil perpaduan antara budaya Jawa Tengahan, Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing). Sehingga akar gerakan tari ini mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa, Madura dan Bali.Konon, tari topeng sendiri diperkirakan muncul pada awal abad 20-an dan berkembang luas semasa perang kemerdekaan. Tari ini adalah perlambang bagi sifat manusia, karenanya banyak model topeng yang menggambarkan situasi yang berbeda, menangis, tertawa, sedih, malu dan sebagainya.Biasanya tari ini ditampilkan dalam sebuah fragmentasi hikayat atau cerita rakyat setempat tentang berbagai hal terutama bercerita tentang kisah-kisah panji.Di Malang sendiri ada banyak, sentra tari topeng. Salah satunya…

Read More

Keberadaannya jauh dari pengamatan mata. Penambang Pedel nyaris semua orang tidak mengetahuinya. Berlokasi di Desa Tugu, Lamongan di sanalah penduduk setempat mencari rejeki dengan menambang pedel (tanah halus).Berbekal alat tambang seadanya, seperti palu, betel, linggis, sekop, dan cangkul para penambang mengais lahan pedel di sekitaran aliran sungai Brantas.Hidupnya memang bersinggungan dengan mata air, dan nasibnya pun bergantung pada butiran-butiran pasir. Belum lagi keringat bercucuran yang selalu menghiasi tubuh mereka, seakan tak sebanding dengan rejeki yang diperoleh. Padahal, upah yang didapat saja tak lebih dari Rp. 18 ribu per truk. Biasanya, sehari ada tiga sampai empat truk pengangkut pedel.Di aliran sungai…

Read More

Sebuah masjid di Kembang Kuning, memiliki kisah tersendiri. Konon, karena lama tinggal di pengasingan, Samputoalang atau Raden Rahmat atau Sunan Ampel, mendirikan sebuah masjid di tengah hutan belantara. Tepatnya, dibangun di daerah pertengahan Kademangan Cemoro Sewu, di tengah-tengah kawasan Ampel Dento atau Kembang Kuning.Masjid itu dibangun pertengahan abad ke-15. Karena didirikan oleh Samputoalang atau Raden Rahmad, masjid itu pun bernama Masjid Rahmatullah. Tuanya usia, membuat masjid Rahmatullah dipercaya sebagai masjid tertua di Jawa Timur. Tidak ada catatan sejarah mengenai hal ini.Yang menarik, proses pendirian masjid pun diselimuti oleh kisah cinta. Ceritanya, Nyai Karimah, putri salah satu tokoh setempat bernama Ki…

Read More

Agar tak pulang dengan tangan hampa, jangan lupa membawa batik khas Mojokerto.Ragam dinamika budaya Mojokerto yang kental dengan nuansa Majapahit memang sulit dilupakan. Banyaknya candi, petilasan, dan makam raja Majapahit adalah sebagai bukti kota yang memiliki luas daerah 16,46 kilometer persegi ini layak disebut sebagai kota Budaya.Tujuan wisata bahkan terus dipoles, dikemas apik, agar menjadi jujukan wisatawan. Tujuannya jelas, meninggalkan kenangan setiap kali meninggalkan kota yang dikenal sebagai kota penganan onde-onde itu. Banyak hal yang dapat dijadikan buah tangan. Satu di antaranya berupa batik.Corak kain yang juga merupakan karya peninggalan leluhur negeri ini, juga dimiliki oleh Mojokerto. Motif khasnya adalah…

Read More