actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Butiran Asa Penambang Pedel
FEATURES

Butiran Asa Penambang Pedel

redaksiBy redaksi19 Februari 2009
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Keberadaannya jauh dari pengamatan mata. Penambang Pedel nyaris semua orang tidak mengetahuinya. Berlokasi di Desa Tugu, Lamongan di sanalah penduduk setempat mencari rejeki dengan menambang pedel (tanah halus).

Berbekal alat tambang seadanya, seperti palu, betel, linggis, sekop, dan cangkul para penambang mengais lahan pedel di sekitaran aliran sungai Brantas.
Hidupnya memang bersinggungan dengan mata air, dan nasibnya pun bergantung pada butiran-butiran pasir. Belum lagi keringat bercucuran yang selalu menghiasi tubuh mereka, seakan tak sebanding dengan rejeki yang diperoleh. Padahal, upah yang didapat saja tak lebih dari Rp. 18 ribu per truk. Biasanya, sehari ada tiga sampai empat truk pengangkut pedel.

Di aliran sungai dekat Desa Tugu terbagi dua sentra lahan. Pertama daerah dengan lahan rata. Di sinilah lokasi primadona sang penambang, karena lokasinya cukup memudahkan untuk mendapatkan hasil tambang. Berbeda dengan lahan yang kedua. Dipenuhi gunungan batu untuk mendapatkan hasil tambang harus bersusah payah mencongkel tumpukan batu agar longsor terlebih dulu.

Mengenai aktifitas penambang pedel, biasanya mereka mulai dari pagi hingga siang hari. Setelah itu mereka istirahat, untuk kemudian dilanjutkan bekerja pada sore harinya hingga matahari tenggelam.

Naskah dan Foto : Wahyu Triatmojo

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

30 Tahun Mengabdi untuk Stikosa-AWS, Zainal: Jadilah Orang yang Bermanfaat

8 Desember 2023

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.