actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»SENI BUDAYA»Hijau Daun Gandeng Nindy
SENI BUDAYA

Hijau Daun Gandeng Nindy

redaksiBy redaksi23 Mei 2009
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


Usai berkolaborasi bareng Luna Maya, Hijau Daun kini mengincar Nindy.

Setelah meluncurkan single Repecage ‘Suara (Ku Berharap)’ bersama Luna Maya dengan konsep dangdut kontemporer. Band yang akan tepat berusia tujuh tahun pada 22 Agustus 2009, berencana menggandeng Nindy. Tetapi bedanya, dalam duetnya bersama Nindy ini akan dikemas dengan konsep religi.
“Rencananya kita akan menggunakan salah satu lagu yang pernah di daur ulang Gigi. Yang pasti akan diluncurkan pada Agustus mendatang,” ujar Didi sang vokalis sebelum manggung di Colours Pub & Resto Surabaya, Kamis (21/5).

Dengan angka penjualan RBT yang hampir menembus tujuh juta pengunduh, mereka merasa bersyukur. “Alhamdulillah, kita bisa jadi seperti sekarang ini. Kita tetap berusaha untuk menghibur,” tambah Didi saat di temui muffinews.com.

Band aliran pop progresif ini, tak menyangkal bila ada lagunya yang berbeda dengan aliran musik yang mereka usung, serta akan selalu konsisten. ”Single Suara (Ku Berharap) memang sedikit ada unsur melayu-nya. Disini kita mengikuti perkembangan pasar. Tetapi bukan berarti kita mengesampingkan prinsip kita dalam bermusik demi tuntutan pasar. Karena kita bermusik untuk menghibur semua orang dan diri kita sendiri,” Imbuh pria bersuara serak basah itu.

naskah dan foto : qusnul t

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Tak Seperti Tahun Lalu, Aliansi Mahasiswa Adakan Bazar Ormawa di Luar Kampus

12 November 2020

KIBAS Gelar Pameran Daring “Batik Gendongan Jawa Timur” Khas Madura

24 Oktober 2020

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.