Dunia Naruto Indonesia, Dunianya Yudha

actasurya.com – Adalah cinta, anugrah terbesar yang dimiliki oleh setiap insan, pemberian dari Tuhan. Cinta pula lah, yang mampu membuat kita melayang tinggi ke atmosfer, pun juga lihai menjatuhkan kita ke dasar palung samudra. Memang, cinta itu membutakan, namun hal ini akan sebanding dengan perasaan luar biasa yang tercipta.

Berawal dari cinta, begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok ini. Kecintaannya pada anime sudah tak diragukan lagi. Hal ini terbukti dari pengetahuan maupun konsistensinya menyelami dunia anime yang digemarinya sejak SD.

Kali pertama berjumpa anime Naruto di layar kaca, cinta itu bermula. Setiap episode yang ditayangkan berhasil membuatnya penasaran hingga membuatnya jatuh cinta lebih dalam. Tak sampai disitu, untuk memuaskan rasa penasarannya, ia juga membeli komik dan membaca episode lanjutan Naruto di situs manga online.

Tahun demi tahun berlalu, pengetahuannya akan Naruto pun semakin luas. Hal ini karena ia tergabung dalam member pecinta Naruto di facebook. Namun suatu ketika, muncullah ide untuk untuk membuat fanpagenya sendiri.

Yudha Christian, lelaki kelahiran Surabaya dua puluh satu tahun yang lalu ini merupakan owner fanpage Dunia Naruto Indonesia (DNI). Tak hanya sebuah laman di facebook, ia bersama rekan-rekan pecinta Naruto juga mendirikan komunitas cosplay yang bertajuk sama.

Berawal dari ketidaksengajaan, namun kini menjadi rutinitas yang ia lakoni setiap harinya. Yudha mengaku hanya sekedar iseng-iseng saja ketika membuat laman facebook yang menampung serta memberi pengetahuan akan anime asal Jepang ini. Tak pernah disangkanya, kini DNI memiliki 500ribu lebih penggemar.

“Awalnya tahun 2012, ketika saya selesai Ujian Nasional, saya bikin fanpage ini. Cuma iseng-iseng sih berawal dari ketidaksengajaan,” ujar laki-laki yang akrab dengan panggilan admin El di DNI.

Selain aktif menjadi admin DNI, Yudha juga menjadi ketua di komunitas cosplay Naruto. Biasanya, ia menjadi tokoh Minato atau Sasori. Tak tanggung-tanggung, ia juga sering memperoleh juara dalam event cosplay mulai dari dalam kota hingga luar kota.

“Saya pernah menang coswalk sekali di Malang, terus juara 2 di Jakarta. Selain itu banyak prestasi yang diraih oleh tim,” ungkap lelaki yang lahir pada 16 Juni 1994.

Di komunitas ini, Yudha mendapat banyak pengalaman baru, pun juga dengan teman baru. Ia pernah beberapa kali pergi ke luar kota untuk menghadiri gathering sesama penggemar Naruto yang lain. Memang, jika bertemu kawan yang memiliki kegemaran yang sama adalah salah satu hal yang menyenangkan.

Selain menjadi tokoh dalam cosplay, ia beberapa kali diundang untuk menjadi juri di event serupa. Seperti pada saat event di BG Junction, di rumah bahasa, bahkan di sebuah sekolah di Malang.

Kurang mendapat dukungan sepenuhnya dari keluarga, tentu tak membuatnya patah aral. Yudha tetap menjalani hobinya dengan penuh tanggung jawab. Meskipun ia juga tahu, dalam menekuni hobinya ini, membutuhkan dana yang tak sedikit pula.

Namun, bukan Yudha namanya jika harus menyerah pada keadaan ekonomi. Hal ini justru ia manfaatkan untuk membuka usaha baru. Ia membuat merchandise, senjata, ataupun kostum yang ada di Naruto dengan tangannya sendiri. Lalu, barang-barang buatannya, ia perjualkan ke lingkungan sekitarnya yang notabene adalah penggila Naruto.

“Berawal dari coba-coba, akhirnya saya bisa  membuat barang-barang khas Naruto, kebetulan dirumah juga tersedia perlengkapannya,” kata Yudha.

Tak ada yang menyenangkan daripada memiliki hobi yang dibayar, hal inilah yang dirasakan Yudha. Membuat barang-barang Naruto tentu bisa menambah sedikit penghasilannya. Selain menggilai dunia anime, di dunia nyatanya, Yudha juga bekerja di salah satu perusahaan swasta di Sidoarjo.

Masih tentang anime, Yudha memiliki sebuah band yang biasanya sering memainkan soundtrack dari film-film kartun Jepang. Di dalam bandnya, ia bisa menjadi gitaris, juga vokalis. Bandnya juga sering diundang dalam festival-festival maupun bermain di kafe yang berkonsep Japanesse.

Yudha tipikal orang yang tak mau menjalani setiap halnya dengan setengah-setengah. Terlihat dari kini ia mendalami bahasa Jepang di rumah bahasa Balai Pemuda. “Saya juga ingin memahami bahasa yang ada di anime, saya mencintai anime dan saya juga harus total minimal taulah dasar-dasarnya,” ujar lelaki yang berperawakan tinggi dan kurus ini. (N/F : Hilda/Dokumen Pribadi)