actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»CAKRAWALA»Menimba Penelitian Ilmu Sejarah di Ruang Koran
CAKRAWALA

Menimba Penelitian Ilmu Sejarah di Ruang Koran

redaksiBy redaksi9 September 2019
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Deta, mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah, Universitas Airlangga, sedang mencari referensi pada koran lama yang terdapat di Stikosa-AWS untuk tugas akhirnya. Rabu (28/8).

Actasurya.com – Ruang koran yang berisi peninggalan koran bersejarah dengan umur 69 tahunan ini berada di Stikosa-AWS. Berbagai koran tempo dulu itu berasal dari koleksi koran Surabaya Pos sejak tahun 1950, tetapi pada tahun 1999 media Surabaya Pos sudah tidak lagi beroperasi.  

Koleksi koran ini didapat dari pihak Surabaya Pos yang menghibahkan koleksinya untuk dibaca oleh pihak kampus ataupun mahasiswa. 

“Pihak kampus memiliki pendekatan emosional yang baik dengan pihak media Surabaya Pos. Salah satunya dulu pembiayaan memfasilitasi gedung Stikosa-AWS, fasilitas mobil sampai menyerahkan koleksi korannya kepada kita,” ucap Sutrisno petugas perpustakaan. 

Tak hanya koran lama saja, melainkan terdapat buku yang berbahasa belanda. Koran-koran lama ini pun tak jarang dibaca oleh pihak mahasiswa luar terutama mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dari jurusan sejarah. 

“Biasanya mereka kesini untuk membaca atau meneliti koran-koran lama untuk tugas skripsi mereka,” ujarnya. 

Tak hanya mahasiswa Unair saja, tapi mahasiswa dari Jogjakarta bahkan Jakarta pun pernah mengunjungi ruang koran untuk bahan penelitian mereka. 

Mulai tahun 2000 koleksi koran lama ini berada di ruang perpustakaan Stikosa-AWS. Beberapa koran jadul yang paling lama usianya ada Malang Pos, Majalah Tempo, ada Surabaya Pos. 

Petugas perpustakaan pun menceritakan kendala untuk perawatan koran jadul ini pun juga terbilang susah. Karena berbahan dari kertas yang sangat mudah dimakan rayap ataupun bisa memudar tulisannya, sehingga beberapa koleksi koran jadul ini ada yang rusak ataupun sobek karena umurnya berpuluh tahun. 

“Ya ini kita ingin mengajukan kepada pihak kampus untuk mau bekerja sama dengan pihak luar untuk perawatan koran-koran jadul ini, karena sekarang era digital jadi mungkin file-file koran lama ini bisa diarsip di komputer,” ucap pria yang akrab disapa Pak T. 

Dari dulu Pak T sudah beberapa kali mengajukan kepada pihak kampus untuk mendigitalisasikan koran-koran jadul tersebut. 

Selama ini, kampus belum bekerja sama dengan pihak luar untuk melakukan perawatan koran-koran jadul itu.  Sehingga dibuatlah ruangan khusus agar koran tersebut tak mudah rusak dimakan rayab ataupun rusak dijahili tangan mahasiswa. 

Total koran yang ada di ruang koran hingga saat ini ada ratusan koran. Mulai dari tahun 1950-1998 setiap bendel itu terbit setiap satu bulan sekali. Koran-koran jadul ini juga pernah diminta oleh pihak luar karena umur korannya yang sudah lama. 

Sayangnya, pihak kampus tidak memberikannya dengan alasan hubungan emosional dengan pemilik Surabaya Pos ini yaitu Alm Aziz, yang juga mendirikan Masjid Al-Aziz di Stikosa-AWS.

“Semoga koleksi koran-koran jadul ini yang nilainya sangat mahal, semoga bisa terwujud dengan cara mengarsip file-file koran jadul biar tidak cepat rusak,” harapnya. 

Sementara itu, Deta, salah satu pembaca koran jadul di ruang perpustakaan ini yang merupakan mahasiswa Unair Jurusan Ilmu Sejarah yang sedang meneliti tentang sejarah media di tahun belanda sampai kemerdekaan. Ia sampai meneliti di museum pers di solo untuk di Surabaya hanya menemukan koran terlama di AWS saja. 

“Dengan adanya koran-koran lama yang ada di Stikosa sangat membantu kita terutama di jurusan sejarah yang meneliti tentang sejarah tempo dulu, jadi untuk mencari bahan tugas enggak seberapa sulit. Karena di ruang perpustakaan ini lumayan lengkap untuk koran koran nya,” tutupnya. (N/F: Alf)

acta surya actasurya.com Foto Opspek 2019 foto-foto opspek stikosa aws kampus Stikosa AWS kampus surabaya kumpulan koran lama di stikosa aws kumpulan koran lawas di stikosa aws kumpulan koran lawas surabaya LPM Acta Surya Opspek News Opspek News Acta Surya Opspek Stikosa-AWS opspek surabaya sekolah tinggi ilmu komunikasi surabaya stikosa koran lawas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Dibalik Gunung Anyar Yang Memiliki Potensi Alam

3 Oktober 2023

Misteri dibalik Hotel Niagara: Three Beautiful Ghost

9 Juni 2021

Perpustakaan Medayu Agung, Simpan Naskah Cikal Bakal Novel Bumi Manusia

30 November 2020

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.