The Bottles Indonesia : Kursus Bahasa Inggris Bayar Pakai Botol

actasurya.com – The Bottles adalah tempat belajar bahasa inggris yang menyenangkan bagi anak-anak. Karena disana anak-anak belajar sambil bermain dan bernyanyi. Tapi dibalik itu semua tetap ada misinya, yaitu menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sejak dini. Seperti untuk masuk The Bottles perserta tidak harus membayar uang tetapi cukup dengan sampah, yaitu botol plastik.

Sugara Septian, pria kelahiran Indramayu inilah yang mendirikan The Bottles pada Maret 2015, bersama Anggi Auliyani Suharja, teman sekampusnya. Sugara adalah salah satu duta Indensian Youth Conference (IYC) 2014 dari Jawa Barat, yang kemudia mendapat kesempatan untuk membuat suatu project social. “ Awalnya saya bingun mau bikin apa, sampai kepikiran soal bank sampah. Kalau bank sampah itu kan kita ngasih sampah trus kita di bayar. Nah, berhubung saya bisa bahasa Inggris, saya ubahlah sistem itu menjadi The Bottles,” cerita pria yang juga pernah terpilih jadi Universe Pupose Driven Leader 2016 itu.

Di taman Bareti, taman kampus UPI ( Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung setiap hari minggu pukul 08.00-09.00 kelas bahasa Inggris berlangsung. “biasanya setengah 8 anak-anak sudah pada nunggu. Terus pas kami datang mereka langsung meluk,” ungkap Sugara senang.

Metode pembelajaran di The Bottles Indonesia sangat dekat dengan anak-anak. Formatnya pun disesuaikan agar anak didik tidak cepat bosan. Awalnya akan diberikan games, tentunya dalam bahasa Inggris, lalu diberikan materi, setelah itu permainan lagi dan terakhir ditutup dengan storytelling.

Program pembelajaran yang diterapkan oleh The Bottles Indonesia sangat unik. Tak pelak banyak orang yang mengapresiasi. Tahun 2015 misalnya, The Bottles menjadi proyek sosial terbaik di ICN Conference 2015. “terus salah satu voulenteer kami juga sampai berangkat ke Amerika dengan membawa nama The Bottle Indonesia melalui program YSEALI, program dari kedubes Amerika,” jelas Sugara.

Para pengajar dari The Bottles Indonesia semuanya berasal dari mahasiswa. Sampai tahun ini sudah ada 8 volunteer dan 60 siswa. “ Tetapi yang terpenting juga adalah kami berhasil mengurangi sampai 10.000 botol plastic dalam 2 tahun,” tambah Sugara lagi. (N/F: Ebi, dokumentasi Sugara)