actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»GAYA HIDUP»Pedas atau Manis Sama-sama Eksis
GAYA HIDUP

Pedas atau Manis Sama-sama Eksis

redaksiBy redaksi27 Mei 2018
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Kini, trend makanan pedas atau manis kian diminati masyarakat, hal itu terlihat dari munculnya beberapa Stand makanan pedas atau manis. Kedai makanan pedas di Surabaya, tak hanya  menyuguhkan menu andalan super pedas,  namun konsumen dapat memilih tingkat kepedasan sesuai selera. Seperti halnya Seblak yang di tempat asalnya yakni Bandung, dimana tidak menyediakan varian pedas, namun di kota Pahlawan, kuliner khas kota kembang tersebut menyediakan tingkat kepedasan, sesuai dengan lidah lokal warga Surabaya.

Tak hanya makanan pedas, namun kuliner dengan cita rasa manis juga tak kalah nge-hits, dengan menyuguhkan beragam topping yang bisa dipilih oleh konsumen sendiri, seperti halnya Kue Cubit yang memiliki banyak varian seperti red velvet, green tea, dan blue moon dengan beberapa pilihan topping, diantaranya oreo, ovomaltine, keju, dan beberapa topping manis lainnya.

Melihat dari minat pembeli itulah,  maka mulai bermunculan kuliner-kuliner pedas khususnya di  Surabaya seperti, Sego Goreng Jancok, Ayam Geprek, Mie Setan, Mie pecun, pentol Gila dan menu pedas lainnya . Sensasi pedas yang menantang membuat konsumen seakan tertantang untuk menaklukan level-level pedas itu, hal ini juga dapat dijadikan alternative penghilang jenuh, seperti yang disampaikan  Erik juru masak Mie Setan cabang Bratang “Dari pedas itu membuat orang berkeringat, dari berkeringat itulah, mereka merasa lebih ringan, seperti halnya kita habis olahraga, tetapi bedanya kita gak usah capek-capek lari,” Ujarnya sembari tertawa kecil.

Dari sensasi spicy yang bervariasi, banyak kalangan yang penasaran akan rasanya,  tak terkecuali Dinda Sukma siswi SMP yang untuk pertama kalinya mencoba mie Setan “Awalnya aku direkomendasikan sama teman-teman dan memang aku suka makanan pedas,” Ujarnya

Tak hanya makanan pedas yang kian diminati, namun makanan manis pun juga tak sedikit penggemarnya. Seperti akhir-akhir ini menu dessert Es Kepal Milo yang tengah booming dikalangan anak muda. Perpaduan es serut, susu bubuk milo, coklat kental, dan topping meses atau kacang yang sesuai dengan selera pembeli. Hal ini yang menjadikan menu dessert Es Kepal Milo  tak hanya segar dan manis, tetapi toppingnya yang juga beragam. Seperti yang dirasakan Desi Nur Damayanti salah satu konsumen dessert manis itu ”Penampilannya menarik, menggiurkan dan perpaduan toppingnya sesuai,” Ujar perempuan 25 tahun itu.

Mengenai fenomena trend kuliner saat ini, menurut Valencia Vivian sebagai Vlogger Foodies berpendapat, trend makanan pedas itu bermula dari tantangan siapa yang paling kuat menahan pedas itulah pemenangnya, maka dari situlah konsumen tak sekedar menikmati makanan, namun bisa sembari bermain tantangan kepada temannya yang juga sedang menikmati makanan pedas tersebut.

Kuliner dengan rasa manis kini juga mulai bermunculan,  menurut perempuan bersemir pink ini, bermula dari menjamurnya usaha kuliner yang dikelola oleh beberapa public figure, yang mengusung konsep dessert and cake, seperti Surabaya Patata (Ria Ricis), Surabaya Snow Cake (Zaskia Sungkar) dan Vidi Vini Vicii (Vidi Aldiano) disitu  peran vlogger foodieslah yang menginformasikan mengenai kuliner baru tersebut kepada masyarakat.

Fenomena trend kuliner saat ini seharusnya dapat disikapi secara global, “Menurutku kita itu makan bukan untuk mengikuti trend, boleh-boleh saja kita menjajal menu baru, tetapi jangan sampai kita yang rugi sendiri, karena terlalu mengikuti trend,” tutup Vloggerfoodies asal Surabaya.(N/F : Jelita)

actasurya.com Artikel Makanan Berita Kuliner featured Pedas Atau Manis
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Jajal Kuliner Khas Pontianak di Kedai Kungfu Kapasan

15 Februari 2024

Kuliner China di Kya-Kya Kembang Jepun

28 Desember 2022

Inovasi Unik Mie Ayam Cak Mad

10 November 2022

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.