actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»PROFILE»Menggeluti Dunia Industri Alat Musik Tradisional
PROFILE

Menggeluti Dunia Industri Alat Musik Tradisional

redaksiBy redaksi15 Maret 2016
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Berbagai industri kecil di Indonesia mulai berkembang dengan pesat, salah satunya berada di daerah Bungah, Gresik. Di wilayah ini telah berdiri industri kecil penghasil kerajinan alat musik rebana.

Industri yang dikelola oleh Acil Lukman Hakim ini memproduksi hingga dikirim ke luar negeri. “Alhamdulillah rejeki terus mengalir, pesanan produksi kami bisa sampai keluar negeri,” ungkapnya.

Usaha yang telah berdiri dari 100 tahun lalu ini merupakan warisan dari orang tua, dan Acil sapaan akrabnya merupakan generasi keempat. Dalam sehari Acil mampu memproduksi hingga 30 rebana dari berbagai jenis.

“Dalam sehari, kami mampu menghasilkan minimal 30 rebana,” tambahnya. Rebana buatan Acil ini membuat banyaknya pembeli yang memesan, sampai-sampai ia pernah menerima pesanan hingga dua ribu rebana sekaligus.

Berbagai jenis rebana diproduksi oleh Acil, mulai dari rebana untuk Al banjari, Ishari, Qasidah, Lasqi, hingga gendang bedug.

Selain kualitas yang terjaga, harga yang cukup murah menjadikan hasil industri ini diburu oleh banyak orang. “Kita memberi harga yang miring namun berkualitas,”ucapnya.

Meskipun disekitar rumahnya berdiri industri yang serupa, namun Acil mampu memberikan daya tarik tersendiri untuk para pelanggan. (N/F: Lutfi)

featured
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Penuh Perjuangan, Sasa Tetap Optimis Capai Mimpi

13 April 2021

Waldan, Penulis adalah Pengabadian

26 September 2020

Hiliyah, Pedagang Kecil di Tengah Corona

24 April 2020

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.