actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»GAYA HIDUP»Manis Asin Pisang Qijo
GAYA HIDUP

Manis Asin Pisang Qijo

redaksiBy redaksi22 Mei 2009
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Taburan keju, seres, ditambah susu kental manis, membuat menu yang satu ini berwarna.
Di tangan Wulohs, pisang disulap menjadi kudapan berbeda. Ia menamakan kresinya ini Pisang Qijo. Kata itu berasal dari pisang keju. Namun, dibuat dengan ejaan berbeda. Tujuannya agar lebih unik dan menarik minat pembeli. Pisang yang dipilih yakni jenis raja nongko yang dibeli di Pasar turi. Bapak empat anak ini mengaku dalam sehari menghabiskan 80 kilogram pisang, tiga kotak keju 200 gram dan satu kaleng susu 500 gram.
Cara membuatnya sederhana. Pertama, pisang digoreng sampai kecoklatan, kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Terakhir, ditaburi keju, seres dan disiram dengan susu kental manis.
Menu yang satu ini dijual dengan harga seribu rupiah untuk kotak ukuran kecil. Sedangkan untuk kemasan yang lebih besar dijual dengan harga tuga ribu rupiah.
Deden Mardiyat, karyawan salah satu bank mengaku, pertama kali membeli pisang qijo. “Unik sih, jadi ingin tahu rasanya”, ujar pria yang tinggal di Jagalan ini. Lain halnya dengan Ilmi dan Adi. Keduanya sering membeli menu buatan suami Manah ini, karena rasanya manis dan enak.
Kudapan ini dapat dijumpai di dekat Tugu Pahlawan depan Kantor Gubernur setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB. Untuk senin sampai sabtu, penjual asal Bandung ini biasa berjualan di depan SD Ta’miriyah Surabaya. (Abdul Wachid).

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Membaiklah Indonesiaku

28 Maret 2020

Terkena Gas Air Mata, Berikut Cara Mengatasinya

25 September 2019

Okra Jadi Minuman Rendah Gula

13 Agustus 2019

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.