actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»KOMUNITAS»Komunitas Tikar Merah Wadahi Pecinta Sastra
KOMUNITAS

Komunitas Tikar Merah Wadahi Pecinta Sastra

redaksiBy redaksi24 April 2019
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Actasurya.com – Peradaban manusia tak luput dari budaya tulis menulis, di Indonesia budaya ini bermula sejak abad ke-4 masehi, yang dimana ditemukan bukti prasasti Yupa. Perkembangan tulis menulis berubah mengikuti modernisasi zaman, yang awalnya dijadikan sebagai kegiatan ritual, hingga menjadi kegiatan menulis karya tulis yang disebut sastra.

Ketertarikan pada sastra mampu mempertemukan dan menyatukan antar sastrawan hingga terbentuklah  sebuah komunitas sastra, satu diantaranya ada Komunitas Tikar Merah. Komunitas yang berkegiatan di Surabaya ini merupakan salah satu komunitas independen yang digagas pada 10 Januari 2012. Bermula dari kegelisahan akan minimnya ruang belajar kesusastraan, khususnya di sekitar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA).

“Berawal dari nama Komunitas Rel Kereta, karena saat proses belajar bersama, kita seringkali berjalan di sepanjang rel kereta depan kampus UINSA sampai stasiun Wonokromo. Namun setelah beberapa bulan kemudian berubah menjadi Komunitas Tikar Merah,” ujar Ketua Komunitas Tikar Merah, Aciha Lubaidillah.

Nama Tikar Merah sendiri dipilih sebagai idiom yang bisa merepresentasikan kepada siapapun yang ingin berproses bersama dengan satu energi yang sama pula, dimana anggota komunitas ini sendiri berasal dari berbagai macam latar belakang. Lewat keanggotaan di komunitas ini mereka bisa mengekspresikan diri melalui sastra yang mereka tulis. Terdapat kurang lebih sepuluh anggota yang ada, mereka tidak hanya dari kampus UINSA saja, melainkan dari kampus lain seperti dari sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW).

“Kami tidak membatasi, kalau mau gabung silahkan dan kami tidak juga memaksakan untuk terus berkumpul sih. Karena komunitas ini kan hanya untuk menaungi anak-anak yang menyukai sastra dan kita belajar bersama,” ujarnya.apa acara dengan menampilkan musikalisasi puisi dan teater. Mereka biasa tampil di beberapa kampus yang ada di Surabaya maupun Madura.

Komunitas Tikar Merah mengadakan Musikalisasi Puisi di Kampung Dolenan Kenjeran, Surabaya.

Komunitas ini tak hanya membuat sastra, mereka juga biasa tampil di beberStatus komunitas ini yang termasuk komunitas independen, mengharuskan mereka melakukan pengumpulan donasi sebagai dana untuk mengadakan beberapa acara, seperti bedah buku serta event lainnya yang berhubungan dengan sastra.

Ketua komunitas ini berharap agar Komunitas Tikar Merah tetap eksis dan berkarya,”harapan kita tetap memberikan warna kedepannya tidak hanya sekadar komunitas, tapi juga memberikan sumbangsih terhadap keadilan,” tutupnya. (N/F: avt/agt)

komunitas sastra komunitas sastra surabaya komunitas surabaya komunitas tikar merah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Serbuk Kayu, Wadah Bagi Seniman

29 Januari 2020

PSMS : Memasyarakatkan Masyarakat Lewat Seni

12 Agustus 2019

Jamaah Sasak, Wadah Kembangkan Bisnis

4 Mei 2019

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.