Hasrat Musik dengan Piano

actasurya.com – Melodi yang mengalir dalam musik tidak akan pernah pudar seiring berjalannya waktu. Layaknya seseorang  yang memainkan melodi dalam piano, Cicilia Yudha. Sejak lahir, wanita 34 tahun ini sangat mencintai musik, terutama piano.

“Sejak saya dalam rahim sebenarnya saya sudah mendengarkan musik,” ujar wanita asal Jakarta ini.

Benar pepatah bahwa buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya. Hal inilah yg dirasakan Cicilia. Ia mengungkapkan bahwa keluarga sudah memiliki hasrat musik turun temurun dan bahkan diwajibkan untuk mengusai alat-alat musik seperti piano, biola, maupun gitar.

Berbekal ijazah Doctoral dalam bidang musik performance di University of North Carolina at Greensboro dan gelar Masters of Music dari New England Conversatory di Boston, Massachussets, pianis kelahiran 1981 ini juga pernah menjadi dosen di Dana School of Music Youngstown State University tahun 2012.

Ibunya, Lena Yudha adalah sosok dibalik karakter Cicilia yang selalu mendukung dan mengajarkan musik tanpa ada rasa lelah sedikitpun. Dia juga guru piano di Jakarta, yang sejak kecil memberikan pengaruh besar dalam perkembangan karir dan musikalitasnya hingga dia di undang belajar di Cleveland Institue of Music, Amerika Serikat.

Ia juga mengatakan bahwa dia mempunyai hubungan erat dengan piano karena hanya itu caranya untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa dikatakan. “Pernah saya dulu dimarahin sama papa dan gak ada teman buat curhat, saya menumpahkannya lewat piano,” ujarnya.

Di dalam perjalanan karir yang membawanya ke berbagai belahan dunia, ia juga telah memenangkan berbagai macam penghargaan. Seperti Rosario Marciano Prize dari Vienna, Austria dan Robert Casadesus Grant dari Fontanibleau, Perancis.

Tidak hanya itu, Cicilia pun juga sering diundang untuk menjadi soloist  dengan Duke Symphony di bawah baton maestro Harry Davidson di Durham.

BACA JUGA   Totenk: “Saya Bukan Seniman, Saya Aktivis”

Selama perjalanan karirnya, ia berharap untuk bisa lebih mengembangkan dirinya dan menjadi lebih baik dari yang sekarang. Musik pun semata-mata bukan hanya untuknya seorang, dia juga ingin mengabdikan diri dan melayani banyak orang melalui melodi yang dia keluarkan dengan tuts piano.

Di Pertemuan Musik Surabaya (11/12) dia juga berbagi ilmu pengetahuan dan wawasannya di bidang musik melalui seminar apresiasi dan interprestasi musik mulai barok hingga musik jaman sekarang, masterclass serta diskusi mengenai pedagogik musik.  (N/F:Dewid/Google)