Actasurya.com – Kabar baik datang untuk para mahasiswa baru 2022, bahwa kampus wartawan tertua di Surabaya berencana menghapus Dana Penyelenggaraan Pendidikan (DPP). DPP sendiri adalah dana yang harus dibayarkan oleh mahasiswa pada tahun pertama, dan akan digunakan untuk pengembangan pendidikan oleh Perguruan Tinggi. Rencana penghapusan tersebut ditunjukkan sebagai salah satu teknik marketing, yang dilakukan oleh Kampus biru untuk menarik minat para calon mahasiswa baru.

Namun hingga saat ini rencana tersebut masih belum bisa dikonfirmasi lantaran masih berada dalam tahap pembicaraan mengenai kesepakatan lebih lanjut. Suprihatin selaku Wakil Ketua II, menuturkan bahwa belum adanya fiksasi terkait penghapusan DPP. Akan tetapi, Titin sapaan akrabnya mengatakan rencana tersebut sedang tahap pembicaraan.

“Belum kita lakukan, jadi itu masih taraf pembicaraan. Saya belum berani menyampaikan apa-apa sebelum itu disahkan,” katanya.

Wanita berhijab putih ini menjelaskan saat ini pihak kampus masih sibuk, dengan Rencana Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Belanja (RAPB).  Sehingga, setelah perancangan selesai, kemudian akan segera mengesahkan kepada pihak yayasan. Karena diperkirakan untuk penghapusan DPP memiliki proses yang panjang.

“Jadi itu masih taraf pembicaraan, kemudian sekarang kan taraf mekanisme nunggu dari RAPB nya masuk semua dari departemen. Sehingga setelah itu baru kami ajukan kepada yayasan. Jadi itu masih panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut Titin mengungkapkan pengesahan tersebut, akan dilakukan bulan Desember untuk diberlakukan pada Januari 2022. Hal tersebut bersamaan dengan dibukanya penerimaan mahasiswa baru (PMB).

“Biasanya disahkan di akhir bulan Desember, berlaku pada Januari. Ya, sekalian penerimaan mahasiswa baru,” ungkapnya.

Sementara itu, reporter Acta Surya mencoba mengkonfirmasi perihal rencana penghapusan DPP tersebut. Meithiana Indrasari selaku Ketua Stikosa-AWS,  menegaskan dalam wawancara melalui pesan whattsapp bahwa belum adanya putusan terkait hal itu. Serta rencana ini merupakan salah satu strategi untuk mencapai target Mahasiswa baru.

“Belum putusan. Itu adalah salah satu strategi dalam mencapai target mahasiswa Stikosa-AWS,” tegasnya.

Mei sapaan akrabnya menambahkan, bahwa ini merupakan strategi marketing global yang cocok untuk semua industri pendidikan. Maka dalam hal ini kampus dan civitas, harus memiliki kesepakatan antara seluruh civitas akademika dan yayasan.

“Itu merupakan strategi global, yang bukan hanya strategis untuk kampus, tetapi cocok untuk semua industri pendidikan. Dalam penerapannya harus Seiya sekata dengan seluruh civitas akademika dan yayasan,”pungkasnya

(N/F:Dff)