actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»PROFILE»Cak Ning, Duta Pariwisata Surabaya
PROFILE

Cak Ning, Duta Pariwisata Surabaya

redaksiBy redaksi7 Mei 2017
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Mengerti seluk beluk Kota Surabaya, serta mencintai wilayah Kota Surabaya. Menjadi wadah explore para pemuda Surabaya, melestarikan Budaya dan Pariwisata di Surabaya. Hal-hal itu merupakan syarat menjadi Duta Pariwisata atau yang biasa disebut Cak dan Ning.

Mengenakan blangkon yang menutupi sebagian kepalanya, serta paduan beskap putih dan kain batik melingkupi kakinya. Raut wajah sumringah serta senyum bibirnya menghias paras Husni Mubarok, salah satu dari 15 pasang Cak Surabaya.

Pria kelahiran 23 tahun silam ini, kini menyandang status Duta Pariwisata Surabaya dan dikenal sebagai Cak Husni. Tak hanya menjadi Cak, Husni ternyata juga memiliki sebuah kedai bakso yang cukup terkenal di Surabaya yaitu Bakso Abah Killer. Dirinya mengaku, selain mengikuti Cak dan memiliki usaha sendiri, dia juga melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa di STIE Perbanas Surabaya.

Pria ini menepis asumsi masyarakat yang mengatakan bahwa mengikuti Cak Ning dapat menghambat pendidikan. “Kalau menurut saya itu salah, karena terbukti saya lulus kuliah hanya 3.5 tahun,” tuturnya.

Tak mau kalah dengan Husni, Astrid Amidiaputri Hasyyati juga juga resmi dideklarasikan sebagai Ning Surabaya. Mahasiswi semester 6 jurusan hukum ini awalnya tidak menyangka dirinya akan terpilih menjadi Duta Pariwisata. “Awalnya engga nyangka, mbak. Tapi karena dari awal sudah niat dan usaha, saya bersyukur akhirnya terpilih,” cakap perempuan yang hobi membaca ini.

Saat diwawancarai, pasangan Cak dan Ning ini menjelaskan beberapa program kerja mereka. Program kerja itu meliputi kegiatan sosial, kreativitas karya untuk Surabaya, blusukan ke kampung-kampung dan pemajuan budaya pariwisata di Surabaya.

“Agar Surabaya masih terjaga harmonisnya, tidak ada perpecahan dan tetep terjaga sedulur-nya,” harapan Cak Ning sebagai penutup. (N/F : Kikik, Sasa)

cak ning duta pariwisata hut surabaya 724 Parade bunga dan budaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Penuh Perjuangan, Sasa Tetap Optimis Capai Mimpi

13 April 2021

Waldan, Penulis adalah Pengabadian

26 September 2020

Hiliyah, Pedagang Kecil di Tengah Corona

24 April 2020

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.