Berkarya Lewat Mural

actasurya.com – Berekspresi tak harus dengan kata-kata, media ekspresi di era modern ini semakin berkembang. Salah satunya seni menggambar, dari tahun ke tahun media yang digunakan semakin meluas. Tak hanya melukis di media kanvas, kini seni menggambar di tembok juga menjadi daya tarik tersendiri.

Keaktratifan itu terbukti dengan banyaknya komunitas mural di Surabaya. SMS (Serikat Mural Surabaya) salah satunya. Komunitas yang lahir pada tahun 2011 ini sudah banyak membuat sudut Kota Surabaya menjadi lebih indah. Serikat Mural Surabaya mampu mengubah citra negatif tentang mural yang merusak atau dianggap hanya sebatas coret-coret, menjadi sesuatu yang mampu memperindah Surabaya.

Jauh sebelum SMS terbentuk, aksi coret-coret di tembok yang serig disebut street art ini begitu marak dan sangat liar. Aksi vandalisme pun tak bisa dihindarkan. “Pada saat itu street art lagi booming booming-nya, coret sini-sana tapi tidak ada pesan yang bisa disampaikan,” ujar Al Fajr X-Go Wiratama selaku pendiri SMS ini.

Saat itu tak jarang pria yang akrab dipanggil Xgo ini kerap kali menjadi incaran Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Hal itu karena ia kerap kali dianggap hanya sekedar coret-coret yang pada hasilnya tidak mempercantik tetapi justru merusak estetika Kota Surabaya. Inilah yang membedakan antara street art dengan graffiti. Tak hanya berurusan dengan Satpol PP, terkadang Xgo juga berseteru dengan kelompok street art lainnya yang pemicunya adalah rebutan lahan untuk gambar.

Dengan adanya kejadian itu, pria yang berambut gondrong ini berfikir untuk memberi tempat bagi para street artists. Serta mampu memberi edukasi pada masyarakat bahwa seni mural tidak bisa dianggap remeh. Akhirnya terbentuklah komunitas yang diberi nama SMS ini.

Setahun setelah terbentuknya komunitas SMS, mereka mampu menunjukan kebolehannya dalam menggambar seni mural di jalanan. Kini sudah ada beberapa karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat Surabaya. Pandangan negatif terhadap mural berangsur beralih menjadi energi positif.

Sekarang komunitas yang memiliki anggota aktif sebanyak 20 orang tersebut. mampu memberi pengertian tentang seni mural kepada masyarakat. Tetapi tantangan juga menghadang, seperti izin pembuatan mural di tembok-tembok warga yang tak semudah yang dibanyangkan. Maka dari itu, mereka harus lebih berhati-hati dalam memberi penjelasan terhadap masyarakat.

Tak jarang pula ada warga yang menolak temboknya untuk dicoret-coret. ”Ya nanti izin dulu mbak, kalau gak dibolehin ya gak jadi. Tapi besoknya tetap langsung menggambar di tembok tersebut, karena lebih baik minta maaf dari pada minta izin,” ujarnya Xgo sambil tertawa.

Xgo juga menuturkan bahawa terkadang masyarakat harus diberi contoh terlebih dahulu agar dapat menilai sendiri tentang kegiatan menggambar yang telah dilakukan. Tetapi setelah tau hasilnya, tak sedikit warga yang memberi kesan tertarik ketika gambar sudah jadi.

Hasil tidak akan menghianati usaha, barang siapa bekerja keras ia akan mendapatkan hasil yang maksimal. Komunitas  SMS ini pun mulai diterima oleh masyarakat, terbukti ketika ingin membuat mural di suatu kampung, mereka mendapatkan izin yang mudah. Masyrakat Surabaya jadi mengerti bahwa mural bukan hanya sekedar coret-coret di tembok. Tetapi juga merupakan seni yang indah.

Serikat Mural Surabaya memiki beberapa kegiatan yang di antaranya adalah; Mural Kampung, Nggambar Bareng serta bekerja sama dengan kelompok street art lainnya dan LSM (Lembaga Sosial Masyarakat). Itu dilakukan guna memberikan banyak edukasi dan membagi banyak manfaat pada setiap kegiatannya.

Kegiatan-kegiatan itu dilakukan SMS demi membangun solidaritas dan membangun lebih banyak citra positif seni mural. Mural Kampung diadakan Hari Sabtu dan Minggu setiap pekannya. Itu karena akan selalu ada proyek  yang ingin digarap bersama. Sedangkan kegiatan Nggambar Bareng sudah diadakan sebanyak dua kali sejak akhir 2016 hingga kini. Nggambar Bareng ini dibuka untuk umum, jadi siapapun yang ingin nggambar bareng Komunitas ini dipersilahkan.

BACA JUGA   Minoritas Di Balik Pluralitas

Komunitas yang sudah lima tahun berdiri ini banyak mendaptkan tawaran menggambar provide perusahaan. Namun tawaran itu tak lantas diterima begitu saja, karena SMS terdiri dari beberapa kelompok. Maka, ketika ada tawaran mereka akan mendiskusikan dulu siapa yang akan mengambil tawaran tersebut.

Lama-kelamaan pemerintah Kota Surabaya mulai melirik SMS Untuk menjalin kerja sama. Hanya saja tak satupun dari tawaran itu diterima.” Karena terkadang pemerintah punya maksud tersendiri. Takutnya mbak kalau seandainya kita terima tawaran dari pemerintah Kota Surabaya, lalu ketika mural nya jadi, mereka mengatas namakan itu pemerintah Kota Surabaya dan bukan atas nama komunitas itu. Saya tidak mau,” ujarnya sambil bercerita dengan serius.

Kini Kota Surabaya sudah banyak dihiasi oleh hasil karya mereka. Menurut Xgo Kota Surabaya tak lantas hanya menjadi Kota Pahlawan, tetapi dapat disebut sebagai Kota Seni. Mural membuat Kota Surabaya nampak cantik. Perkampungan yang dulunya kumuh kini dapat menarik wisatawan lokal untuk berkunjung.

Tak sembarangan dalam menggambar, menggambar mural di tembok harus menggunakan konsep dan tema yang  telah matang. “Konsep yang biasa diusung oleh SMS ini berkaitan dengan kejadian yang pada saat itu terjadi atau lagi happening. Jadi kita juga menjadi media informasi bagi warga Surabaya. Kita ini komunitas yang netral,” tegasnya.

Saat melakukan suatu hal, tak semua akan berjalan dengan mulus. Begitu juga dengan komunitas ini. “Pernah tejadi mbak suatu malam ketika kita ingin mural di tembok yang sudah di incar, selang beberapa waktu kita mural ada Satpol PP datang. Mereka menanyakan ada apa kok coret-coret tembok di sini. Memang pada saat itu bertepatan dengan malam tahun baru. Mungkin kita dianggap sebagai perusak Kota Surabaya.”

Pada saat itu Xgo langsung menjelaskan bahwa kegiatan menggambar mereka ada konsep dan tujuan. Tetapi pihak Satpol PP tidak menerima alasan mereka tak kehilngan akal Xgo yang saat itu juga kenal dengan Ketua Satpoll PP langsung menelponnya dan meminta izin. Akhirnya diperbolehkan untuk mural lagi.

Jika ingin bergabung dengan komunitas SMS, tidak harus bisa langsung menggambar. Hal yang dibutuhkan adalah kemauan belajar bersama dan rasa solidaritas. Bagi yang tertarik, dapat bekunjung ke laman Instagram SMS: Serikatmuralsurabaya.

Atau jika hanya sekedar ingin melihat hasil karya mereka, langsung saja datang ke Jl. Adityawarman, Jl. Ahmad Yani dan di Daerah Gelora Pancasila. Di sana, kita bisa melihat berbagai mural yang cantik milik SMS. (N/F: Ardini Pramitha)