actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»SENI BUDAYA»Tak Gendong Cerminan Kehidupan Manusia
SENI BUDAYA

Tak Gendong Cerminan Kehidupan Manusia

redaksiBy redaksi21 Juli 2009
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pernah denger potongan lyric ini ?

“Tak gendong kemana mana

Tak gendong kemana mana

enak to, mantep to?”

Seniman pemilik rambut khas rasta ini memang beda dengan yang lain. Dalam setiap lirik lagu yang di nyanyikan kakek kelahiran Mojokerto, 5 Mei 1949 ini syarat akan pesan kehidupan.

“Laguku ini merupakan cerminan realita kehidupan manusia dalam bermasyarakat,” ucap Mbah Surip saat di temui Acta Surya pada Selasa (21/7) di Veransa Surabaya.

Lebih lanjut pemilik nama Urip Ariyanto yang telah menciptakan sekitar 200 lagu lebih ini menjelaskan pada Acta Surya bahwa kita hidup harus saling tolong menolong sesama.

Di tanya asal mula terciptanya lirik-lirik yang cukup menggelitik itu Mbah Surip menuturkan bahwa lagu tersebut di ciptakan di Amerika.

“Waktu itu saya di Kanada Amerika, tepatnya di pengeboran minyak. Melihat keadaan disana, ya.. terciptalah lagu tak gendong,” tutur pecinta Rawon dan kopi ini usai uji coba dalam rangkaian show di Surabaya.

Begitu ditanya realita bom Jakarta, Mbah Surip terang-terang mengaku tak merasa takut. “Nggak ada (ketakutan, red), kenapa harus takut. Anggap aja sebagai kembang-kembang kota Jakarta. Semoga tukang bom sadar untuk nggak ngebom lagi, kita do’ain saja,” ujar Mbah Surip sambil tertawa lepas. (Naskah/Foto : Qusnul Tauhid)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Tak Seperti Tahun Lalu, Aliansi Mahasiswa Adakan Bazar Ormawa di Luar Kampus

12 November 2020

KIBAS Gelar Pameran Daring “Batik Gendongan Jawa Timur” Khas Madura

24 Oktober 2020

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.