“Surabaya Vaganza” Semarakkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-725

actasurya.com – Surabaya Vaganza menyemarakkan pagi hari warga Surabaya pada Minggu (6/5). Acara yang digelar pemerintah kota Surabaya, merupakan salah satu acara yang digelar setiap satu tahun sekali guna memperingati hari jadi Surabaya ke-725. Di tahun sebelumnya acara tersebut bertajuk Parade Budaya dan Bunga, namun berbeda pada tahun ini yang mengangkat tajuk Surabaya Vaganza 2018.

“Dipilihnya nama Surabaya Vaganza, karena lebih ringkas dan kata Vaganza sendiri berarti meriah, jadi acara tahun ini harus lebih meriah dari tahun sebelumnya,” ujar salah satu panitia Dayu Kadek Asritami.

Diawali dengan sambutan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memberikan wejangan kepada warga Surabaya di era yang maju, untuk tetap gotong-royong membangun Surabaya agar menjadi kota yang bersanding dengan kota maju di dunia.

Rute parade tahun ini, start dari Monumen Tugu Pahlawan, menuju jalan Kramat Gantung, jalan Gemblongan, jalan Tunjungan, jalan Gubernur Surya (Grahadi), jalan Panglima Sudirman, jalan Darmo dan finish di Taman Bungkul.

Terdapat 83 peserta yang mengikuti acara ini, kesemuanya terdaftar di Dinas Pariwisata dan mengikuti Surabaya Vaganza 2018.

Sementara itu, runtutan peserta Surabaya Vaganza ini diawali dengan Tim Paskibraka Kota Surabaya yang diikuti dengan pembawa bendera. Tak hanya itu, parade semakin meriah dengan tabuhan dari Drum Band persembahan SMPN 1 Surabaya yang sempat menjadi juara nasional.

Dari sekian banyak peserta yang hadir dalam parade ini, turut pula salah satu komunitas yang menampilkan tari tradisional Jawa Timur, seperti reog dan jaranan. Mereka selalu ikut serta dalam acara yang memperingati hari jadi Kota Pahlawan, dan bertujuan untuk memperkenalkan budaya kepada khalayak muda, juga dapat menumbuhkan bibit-bibit muda untuk meneruskan dan melestarikan tari sekaligus keseniannya.

“Kalau bisa, setiap satu minggu sekali atau satu bulan dua kali, disediakan wadah untuk berkreasi agar budaya ini tidak diakui lagi oleh negara lain,” ujar Adi Saputro, salah satu anggota komunitas reog.

Para peserta yabg turut meriahkan Surabaya Vaganza berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia diantaranya Nias, Minang, Lampung, Bali, Bogor, Papua, India, Maluku Barat Daya, Tapanuli, Sulawesi Selatan, NTT dan Konsulat Jenderal Jepang. Sementara 83 pesera tersebut terbagi atas 41 peserta mobil hias dan 42 peserta pawai budaya hingga drumband.

BACA JUGA   Literasi Digital, Saring sebelum Sharing

Ribuan penonton menyaksikan parade ini dan membanjiri sepanjang rute, sedangkan panitia tetap berjaga dan menertibkan penonton untuk tidak melewati tali pembatas yang disiapkan. Peserta parade juga diberikan nomor urut masing-masing serta sesekali berhenti untuk menampilkan pertunjukkan sesuai koreografi masing-masing. Iringan musik dan tarian serta disambut riuh sorak-sorai penonton menghiasi parade yang sesuai jadwal berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB, meskipun berakhirnya acara molor sampai pukul 13.30 WIB.

Risma  beserta tamu undangan menyambut kedatangan peserta parade di tenda utama, yang berada di depan Taman Bungkul. Acara ini, dihadiri oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) yang berasal dari beberapa negara. Juga hadir Wali Kota dari 15 kota di 8 negara Asia Pasifik, dan beberapa pejabat daerah di Indonesia. Mereka datang untuk menyaksikan kemeriahan Surabaya Vaganza, sekaligus dapat mengenal  yang  di Kota Surabaya.

Salah satu tamu sekaligus penonton mengapresiasi parade ini, dimana sebagai bentuk simbol seluruh masyarakat Surabaya aktif membangun kekeluargaan. “Kebetulan saya pertama kali datang dan menyaksikan acara seperti ini, saya melihat heterogenitas warga Surabaya melalui parade ini, namun disayangkan dari tadi saya tidak melihat peserta yang menampilkan tradisi Karapan Sapi, karena itu salah satu tradisi budaya Jawa Timur,” ucap Antono, pria asli Lampung.

Dalam serangkaian acara tahun ini, ia beserta jajarannya memiliki harapan untuk kedepannya. “Surabaya Vaganza menjadi event tahunan dan dapat dijuang dari Surabaya ke luar negeri agar menjadi salah satu destinasi tempat wisata Kota Surabaya. Tak hanya itu, di Surabaya juga terdapat kelompok-kelompok masyarakat berbagai etnis dan suku yang tinggal disini, mereka memang kita minta untuk tampil di Surabaya Vaganza,” tutup Tri Rismaharini.

(N/F: AVIT, FADILA, LUQMAN, ERIC)