Spotlight: Representasi Jurnalisme Investigasi

actasurya.com – Diangkat dari kisah nyata, Spotlight menjadi salah satu film yang memukau. Ditambah film yang disutradarai oleh Tom McCarthy dari pemenang hadiah Pulitzer Prize for Public Service pada tahun 2003. Film ini dibintangi oleh Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, John Slattery, Stanley Tucci, Brian d’Arcy James, Liev Schreiber, dan Billy Crudup.

Berkisah tentang tim “Spotlight” di salah satu kantor berita The Boston Globe di Amerika Serikat. Spotlight memiliki tugas untuk melakukan peliputan investigasi. Beranggotakan lima orang personil, Spotlight melakukan penyelidikan mendalam tentang sebuah kasus yang terpendam. Seperti adanya penyalahgunaan wewenang di Korps Kepolisian di Boston.

Namun di tengah jalan, muncul ke permukaan adanya isu pelecehan seksual anak di bawah umur. Lebih parahnya lagi ini dilakukan oleh para pastur yang terdapat di Kota Boston. Hal ini menjadi sorotan Walter “Robby” Robinson (Michael Keaton). Seluruh tim diinstruksikan untuk mencari data sedetail mungkin. Pendalaman kasus dimulai dari pencaharian dokumen-dokumen dalam kantor berita. Ternyata dari divisi Litbang mendapatkan sebuah kasus yang dulunya pernah diangkat The Boston Globe. Sayangnya, kasus itu ditutup entah tanpa ada alasannya jelas.

Sebagai data awal, seluruh narasumber ataupun korban dalam kasus itu dihubungi. Dari sana, ada seorang aktivis yang dahulunya pernah menjadi korban pelecehan yang dilakukan pastur. Sebuah fakta kembali terungkap ternyata dari pihak Gereja berusah agar kasus ini tetap tertutup dan ter-follow up. Kala itu, Gereja memiliki pengaruh yang besar dalam sebuah pemerintahan.

Satu persatu korban terdata. Dari satu pintu ke pintu yang lain, tim Spotlight terus menyusuri kasus. Meski tidaklah mudah, apalagi banyak dari korban yang memilih tutup mulut. Dan data yang berada di pengadilan telah dipindahkan. Akhirnya, tercatat total sekitar 87 kasus pelecehan seksual terjadi di Boston dan pelakunya adalah pastur.

Siapa sangka, kasus sebesar ini telah terpendam bertahun-tahun lamanya. Banyak pihak yang berusaha menutupi. Akan tetapi berkat Spotlight, kasus ini terungkap. Masyarakat akhirnya tahu kebenaran di balik kasus itu.

BACA JUGA   Fungsi Keterbukaan Masjid Cheng Hoo Surabaya

Dari film ini, saya merasa sangat takjub. Satu kata yang terlintas di benak saya ketika melihat film ini adalah militan.  Apalagi dengan kinerja dari tim Spotlight. Guna menyingkap sebuah kebenaran yang telah lama dikaburkan. Berbagai macam upaya dilakukan meskipun tantangannya begitu besar. Dimulai dari data atas kasus yang pernah didakwa di pengadilan itu disembunyikan. Ditambah juga dengan berbagai macam penolakan dari para korban.

Dilihat dari kacamata seorang jurnalis, banyak hal yang bisa didapat. Di antaranya teknik melobi, bagaimana seorang melobi narasumber ataupun seorang untuk mencapai tujuan kita, tidak melulu dengan lembut dan menerima begitu saja. Kadangkala seorang wartawan harus juga ulet dan menekan. Seperti yang digambarkan seorang jurnalis dari Spotlight yang berulangkali memaksa narasumbernya dengan berbagai macam strategi negosiasinya. (N/F: Fahmi/Google)