actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Seketika Lahirlah, Komunitas Penonton
FEATURES

Seketika Lahirlah, Komunitas Penonton

redaksiBy redaksi3 Maret 2016
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Akhir 2013 lalu, Theo Maulana bersama beberapa temannya nekat menuju ke Yogyakarta untuk menghadiri pagelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Seusai pagelaran, mereka terpaksa menghadapi situasi yang mendesak, beruntungnya solusi ada di depan mata. Seketika lahirlah, komunitas penonton.

“Waktu itu belum ada komunitas penonton, kita iseng aja berangkat sekitar 5-6 orang. Yang penting nyampai tempatnya dulu, nanti apa-apanya dipikir belakangan. Nah selesai acara itu ada forum komunitas, mereka pada bawa film untuk diputar, didiskusikan, dan komunitas-komunitas itu dapat penginapan. Sementara kita nggak bawa apa-apa dan butuh penginapan, ya udah bikinlah komunitas penonton. Akhirnya balik ke Surabaya, tiba-tiba kita punya komunitas baru,” cerita Theo, anggota komunitas penonton.

Komunitas penonton adalah sebuah komunitas yang fokus pada kegiatan apresiasi, membuat acara pemutaran, dan pendistribusian film. Komunitas yang awalnya terbentuk secara improvisasi ini sempat vakum di tahun 2014, kemudian baru aktif berkegiatan pada tahun 2015. Kendati dibentuk dengan tidak adanya perencanaan matang, kelompok ini cukup serius dalam berkegiatan.

Terbukti, mereka pernah membuat acara berjudul akhirnya bikin film menggandeng jurusan komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), membuat acara di C02 Library, yang terakhir adalah acara berjudul akhirnya buber (buka bersama) film. Dan sekarang mereka memiliki kegiatan nonton rutin yang diselenggarakan seminggu sekali.

“Ini kita lagi ada kegiatan kayak program intensif bimbel gitu, jadi kita nonton film seminggu dua kali. Tapi paling sering terlaksananya cuma seminggu sekali, hari selasa. Yang kita putar film-fim pendek, terus didiskusikan. Siapa aja boleh gabung,” tutur Theo, mahasiswa semester tujuh Universitas Airlangga Surabaya.

Saat ini anggotanya ada sepuluh orang, yang rata-rata merupakan mahasiswa komunikasi Universitas Negeri Airlangga (UNAIR). Komunitas yang biasa berkumpul di Cafe Ramones dekat UNAIR kampus B  ini mengaku tidak memiliki struktur organisasi secara formal dan sangat terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung di dalamnya. Tujuan dari tidak adanya struktur organisasi dalam komunitas ini adalah supaya tidak ada sekat antara para anggotanya, sehingga mereka bisa lebih luwes membahas perihal film.

“Kita bebas sih, siapa aja boleh gabung sama kita. Bahkan kita menganggap siapapun yang datang ke acara kita itu bagian dari komunitas ini juga,” jelas Wimar Herdanto, salah satu anggota komunitas penonton.(N/F : Titis/Farid/Doc)

apresiasi diskusi Film komunitas penonton UNAIR
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

30 Tahun Mengabdi untuk Stikosa-AWS, Zainal: Jadilah Orang yang Bermanfaat

8 Desember 2023

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.