actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Salah olah, Malah Bikin Berkah
FEATURES

Salah olah, Malah Bikin Berkah

redaksiBy redaksi20 Juni 2014
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Jika pada umunya bakso berbentuk bulat atau bahkan bakso kotak, berbeda lagi dengan bakso olahan Sugeng yang memiliki bentuk lonjong menyerupai buaya.

Bentuknya yang tidak lazim ini yang menjadi penarik pengunjung untuk mencoba bakso Bajul yang berada di jalan Wicaksono Gunung Gangsir Talun, Kabupaten Pasuruan. Seperti pada umumnya, bakso olahan daging sapi ini biasa disajikan dengan kuah kaldu panas yang sudah diolahan dengan bumbu rempah pilihan dan tambahan isi lain sebagai pelengkap seperti tahu, somay, dan gorengan.

Berawal dari kegagalan Sugeng yang tak kunjung berhasil saat membentuk bulatan bakso, yang selalu berakhir dengan bentuk lonjong, membuatnya terpaksa harus menjual bakso dengan bentuk yang mirip buaya ini. “Bentuk ini gak sengaja dibuat, iseng-iseng menjualnya, eh ternyata malah banyak yang minat. Pengalaman belajar bikin bulat selalu gagal malah jadinya lonjong,” ungkap pemilik warung Arkasa.

Harga per mangkuk bakso beragam mulai dari 5.000-15.000 tergantung besarnya ukuran bakso yang diinginkan pembeli. Dengan mengusung konsep merakyat bakso dengan harga ekonomis ini ternyata bisa merauk omset puluhan juta rupiah. “Misalkan hari biasa, bisa menghabiskan 1000 porsi.  Kalau hari libur, bisa 2000 porsi lebih. Ya, omsetnya bisa puluhan juta tiap hari.” ujar pria berumur 39 tahun ini.

Meski bentuknya agak aneh, namun rasa dari bakso ini tak perlu diragukan. Karena bumbu-bumbu yang dioleh banyak menggunakan rempah-rempah dan bakso yang dijual selalu fres. Tak heran jika bakso ini selalu ramai di kunjungi peminat kuliner dari lokal mapun luar kota.

“Bakso ini bentuknya aneh, jadi pingin nyoba, rasanya enak dan bikin ketagihan walau baru pertama kali ini saya ke sini.” ucap Agus salah satu pengunjung dari Tanggulangin.

naskah | foto : Navi Satus Ts

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

30 Tahun Mengabdi untuk Stikosa-AWS, Zainal: Jadilah Orang yang Bermanfaat

8 Desember 2023

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.