Rujak Cingur Legendaris Dari Surabaya

actasurya.com – Siapa yang tidak kenal dengan Rujak Cingur Ahmad Jaiz, rujak cingur yang dijajakan di Jalan Ahmad Jaiz no.40 Sby ini sudah sangat terkenal. Terbukti dengan banyaknya konsumen yang tidak hanya berasal dari Surabaya.

Rujak Cingur Ahmad Jaiz ini berbeda dengan rujak cingur kebanyakan. Perbedaannya terletak pada bumbu dan cingurnya.

“Cingurnya digodok dua kali sampai empuk. Cingur kita irisannya tebal-tebal, tapi empuk, orang ompong juga bisa makan cingur di rujak kita,” tegas Siu Sin, pemilik kedai Ahmad Jaiz.

Satu porsi Rujak Cingur Ahmad Jaiz dipatok seharga Rp 60.000. Harganya boleh dibilang mahal, tetapi rasa dari makanan ini juga sangat khas. Karena bumbu rujaknya diulek oleh pemiliknya secara turun menurun.

“Bumbu rujaknya diulek pakai tangan. Dulu nenek, terus digantikan sama mama saya, baru sekarang digantikan saya. Saya juga baru sepuluh tahun ngulek,” ujar Siu Sin.

Saat ditemui di kedainya, pengunjung yang sedang makan di sana mengakui kelezatan rasa dari rujak cingur Ahmad Jaiz.

“Nggak sayang sih bayar buat makan rujak ini. Rasanya khas, cingurnya empuk,” tutur Maria, salah satu pelanggan.

Kedai yang khusus menyajikan menu rujak cingur ini sudah ada sejak tahun 70-an. Terhitung sekarang, kedai ini sudah berusia 40 tahun dan belum pernah pindah dari tempat awalnya.

Dibuka pertama kali oleh Lim Sian No, awal berdirinya karena ada penjual cingur buta yang setiap hari menjualnya pada Lim.

“Dulu ada penjual cingur buta, setiap hari cingurnya dijual ke nenek, sama nenek dibeli terus karena kasihan. Karena tiap hari beli, bosen di makan sendiri, ya akhirnya dijual jadi rujak cingur.” Kata Siu Sin, generasi ke-3 penjual rujak cingur Ahmad Jaiz. (N/F: Hefty’s / google.com)