actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Rujak Cingur Legendaris Dari Surabaya
FEATURES

Rujak Cingur Legendaris Dari Surabaya

redaksiBy redaksi4 Desember 2015
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Siapa yang tidak kenal dengan Rujak Cingur Ahmad Jaiz, rujak cingur yang dijajakan di Jalan Ahmad Jaiz no.40 Sby ini sudah sangat terkenal. Terbukti dengan banyaknya konsumen yang tidak hanya berasal dari Surabaya.

Rujak Cingur Ahmad Jaiz ini berbeda dengan rujak cingur kebanyakan. Perbedaannya terletak pada bumbu dan cingurnya.

“Cingurnya digodok dua kali sampai empuk. Cingur kita irisannya tebal-tebal, tapi empuk, orang ompong juga bisa makan cingur di rujak kita,” tegas Siu Sin, pemilik kedai Ahmad Jaiz.

Satu porsi Rujak Cingur Ahmad Jaiz dipatok seharga Rp 60.000. Harganya boleh dibilang mahal, tetapi rasa dari makanan ini juga sangat khas. Karena bumbu rujaknya diulek oleh pemiliknya secara turun menurun.

“Bumbu rujaknya diulek pakai tangan. Dulu nenek, terus digantikan sama mama saya, baru sekarang digantikan saya. Saya juga baru sepuluh tahun ngulek,” ujar Siu Sin.

Saat ditemui di kedainya, pengunjung yang sedang makan di sana mengakui kelezatan rasa dari rujak cingur Ahmad Jaiz.

“Nggak sayang sih bayar buat makan rujak ini. Rasanya khas, cingurnya empuk,” tutur Maria, salah satu pelanggan.

Kedai yang khusus menyajikan menu rujak cingur ini sudah ada sejak tahun 70-an. Terhitung sekarang, kedai ini sudah berusia 40 tahun dan belum pernah pindah dari tempat awalnya.

Dibuka pertama kali oleh Lim Sian No, awal berdirinya karena ada penjual cingur buta yang setiap hari menjualnya pada Lim.

“Dulu ada penjual cingur buta, setiap hari cingurnya dijual ke nenek, sama nenek dibeli terus karena kasihan. Karena tiap hari beli, bosen di makan sendiri, ya akhirnya dijual jadi rujak cingur.” Kata Siu Sin, generasi ke-3 penjual rujak cingur Ahmad Jaiz. (N/F: Hefty’s / google.com)

actasurya.com kuliner cingur Rujak Cingur Legendaris Dari Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

30 Tahun Mengabdi untuk Stikosa-AWS, Zainal: Jadilah Orang yang Bermanfaat

8 Desember 2023

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.