actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Rexo Sulap Kertas Bekas Jadi Kaligrafi
FEATURES

Rexo Sulap Kertas Bekas Jadi Kaligrafi

redaksiBy redaksi28 Oktober 2013
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Kertas bekas yang semula tak memiliki nilai jual yang tinggi, bahkan dianggap sebagai sampah dan mengotori lingkungan rumah. Namun, di tangan Rexo Hadi barang itu disulapnya menjadi kerajinan yang indah dan memiliki nilai jual.

Menyulap kertas bekas menjadi kerajinan ini, bemula ketika Rexo salah mencetak pesanan pelanggannya yang berbahan dasar kertas. Barang itu semakin lama kian menumpuk dan mulai kehujanan, sehingga kertas tersebut tak laku untuk dijual.

Akan tetapi, saat itu Rexo tak berhenti mencari solusi mengolah kertas yang tak laku tersebut. Dengan melihat cara pengolahan kertas bekas di internet, membuat pria berambut gondrong ini mulai membuat kreasi pigora serta kaligrafi. “Ya, biasanya kaligrafi dari bahan fibber yang bahannya tergolong mahal dan dari bahan kimia,” ungkapnya.

Menurut pria berambut ikal ini, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal dari sampah kertas, dia dapat menekan biaya produksi pembuatan kerajinan tersebut. Di samping itu, Rexo juga membantu mengurangi volume sampah yang terbuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Selain itu, bahan bakunya mudah didapatkan. Karena disini banyak tempat fotocopy, kan kertas sisanya banyak,” tutur Rexo.

Proses pembuatannya pun tergolong mudah, berawal dari menghaluskan kertas bekas yang dicampur dengan air ke dalam blander. Kemudian, kertas bekas yang sudah menjadi bubur ditambahi tepung terigu untuk memadatkan bubur tersebut. Setelah menjadi padat, bahan kertas tersebut mulai disusun di bidang datar dengan pola kaligrafi.

Rexo pun mulai membuat beberapa kreasi, yang tak kalah menariknya dari pembuatan kaligrafi di bidang kayu. Tetapi, ia juga mulai mencoba membuat kaligrafi dari bahan kertas di atas cermin. “Ya, ingin yang berbeda aja. Biasanya membuat kaligrafi di cermin pakai teknik painting, jadi sekarang pakai teknik jiwit,” ujar Rexo.

Melihat hasil karya yang indah, membuat para pelanggan berdatangan untuk membeli kerajinan yang berbahan dasar dari kertas daur ulang tersebut. Tak jarang para pembeli berdatang dari luar pulau, seperti kalimantan dan sumatra. Selain itu, kerajian Rexo mulai dilirik pasar internasional.

“Meskipun baru Malaysia yang mau beli, tapi itu semua buat saya semakin semangat untuk membuat yang lebih bagus lagi,” cerita Rexo.

Kerajinan yang berasal dari kertas daur ulang ini sangat menarik, sehingga tak kalah dengan seni kaligrafi yang terbuat dari fibber. Harganya pun dipatok mulai dari Rp 300 Ribu sampai Rp 1,5 Juta. Rexo menambahkan, pembeli bisa memesan sesuai dengan keinginannya.

Naskah dan Foto : Moch. Khaesar Januar Utomo

Features Kaligrafi Kerajinan Kertas Bekas Kertas Daur Ulang Profile Rexo Hadi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.