Pukis Rangers, Makanan Penuh Warna

actasurya.com – Siapa yang tak kenal dengan tokoh superhero Power Rangers, salah satu pahlawan fiksi yang memiliki kostum beraneka warna. Ternyata tak hanya kostum superhero saja yang beraneka warna. Jajanan tradisional pun bisa disulap dengan bermacam-macam warna.

Jajanan Pukis salah satu makanan khas dari kota Banyumas , kue tradisional yang terbuat dari campuran tepung terigu, gula pasir, ragi instan, dan telur ayam ini sekarang telah menjadi makanan modern yang banyak dicari orang.

Terinspirasi oleh kostum power rangers yang memiliki kostum beraneka warna, disulapnya kue pukis ini menjadi kue yang memiliki banyak warna dan berbagai macam toping, dimana setiap pengunjung yang melihat akan tergiur dan segera ingin mencicipi makanan tradisional ini.

Dikota Surabaya, tepatnya di daerah Gubeng Airlangga II terdapat tempat yang menjual kue pukis yang diberi nama “Pukis Rangers”. Warna dan toping yang membedakan antara Pukis Rangers ini dengan pukis lainnya.

Berbagai macam rasa pukis bisa dirasakan. Seperti rasa original, chocolate, green tea, taro, red velvet,dan buble gum. Lembutnya kue pukis ditambah dengan rasa yang tersedia semakin menambah kelezatan saat mulai menggigit kue ini.

”Kita tidak hanya menang di warna tapi juga di rasa,” ucap Uci pemilik Pukis Rangers.

Toping yang menghiasi seperti meses, keju, oreo, fruit loop, marshmallow, almond, kit kat, cadburry, nutella, serta ovaltine, turut menambah rasa kue pukis ini. Para pengunjung bisa mengkreasikan toping jajanan ini dengan 3 varian toping yang berbeda.

“Tapi kita tidak menghilangkan toping yang aslinya seperti kacang, dan meses,” tambahnya.

Tidak perlu merogok kantong yang dalam untuk bisa menikmati Pukis Rangers ini. Cukup dengan membayar sebesar Rp.6000 – Rp.9000 untuk bisa menikmati jajanan ini. Serta Rp.2000 –Rp.5000 untuk setiap toping.

“Saya suka dengan pukis ini karena rasa yang unik dan warnanya lucu,” ujar Fitri pengunjung Pukis Rangers.

Outlet ini buka setiap hari mulai pukul 11.00-21.00 WIB. Kalangan anak muda menjadi sasaran Uci untuk menjajakan pukis tersebut. “Saya biasanya datang ke Pukis Rangers pada waktu weekend sama temen,” ujar Dita. (N/F:Noval/Wawan)