Polemik Perampingan, Hingga Persiapan Akreditasi

Actasurya.com – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawawan Surabaya (Stikosa – AWS) sesuai agenda dalam waktu dekat ini, kampus biru ini akan menjalani akreditasi. Maka, perlu adanya persiapan demi menunjang akreditas kampus agar lebih baik.

Jika dilihat kondisi kampus saat ini, dimana kebijakan yang berlaku cukup membuat beberapa dosen dan mahasiswa belum bias menyesuaikan. Seperti yang terjadi pada Ratna Puspitasari selaku Ketua Prodi (Ka. Prodi) yang mengundurkan diri sebelum waktunya. Hal tersebut terjadi karena adanya program perampingan struktural yang meniadakan staf sekretaris Ka. Prodi.

Dari persoalan itulah, yang membuat Pipit panggilan akrabnya memilih untuk mengajukan surat pegunduran tertanggal 3 Februari 2020 “Saya undur dari jabatan, karena real pribadi saya, bukan atas dorongan siapapun dan juga atas kebijakan ini, saya merasa belum mampu mengikutinya,” jelasnya. Walau begitu, Pipit dalam surat keputusan pengunduran dirinya, ia resmi tak menjabat sejak 1 Maret 2020.

“Saya memberikan waktu itu, agar pimpinan memiliki waktu untuk mencari ka prodi baru,” imbuhnya.

Terlepas dari pengunduran dininya, Pipit masih menjalankan sebagian tugas Ka. Prodi diantaranya mengetahui dan menyetujui hasil dari pembagian koordinator skripsi, penentuan mata kuliah, hingga dosen pengajar. Namun yang menggantikan tugas utama, dalam penentuan diatas, Pipit mengatakan, jika dilihat dari yang merangkap ialah Wakil Ketua I.

Tak hanya itu, sebagian tugas adminstrasi Ka. Prodi saat ini, juga dipegang oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK). Namun saat dikonfirmasi kepada Kepala BAAK, Riesta Ayu membantah, jika ia merasa tidak pernah merangkap tugas Ka. Prodi.

“BAAK tidak merangkap tugas Ka. Prodi, kalau secara sistem otomatis ke Waka I,” ujar Riesta.

Mengenai sebagian tugas Ka.Prodi yang dirangkap Waka I, Ratna Aminah membantah dan belum ada surat keputusan dari pimpinan yang menyatakan tugas Ka. Prodi dirangkap oleh Waka I. Ia menanggapi tentang pengunduran dini kaprodi yang tidak sesuai aturan dikti.

“Menurut aturan Dikti, jika ingin mengundurkan diri, harus mengajukan surat keputusan (SK) minimal 3 bulan. Jadi pengunduran itu tidak resmi,” bantah Nana.

Perihal, adanya agenda akreditasi kampus yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) hingga tanggapannya mengenai beberapa dosen bergelar doktor yang hengkang dari Stikosa-AWS. Ia mengatakan, bahwa kemunduran Ka. Prodi dan keluarnya beberapa dosen tersebut, tak ada pengaruhnya terhadap akreditasi kampus.

“Menurut LLDIKTI, sebuah perguruan tinggi, minimal memilliki 2 dosen yang bergelar doktor, dan mengenai bu pipit itu tak mempengaruhi point dalam akreditasi kampus,” paparnya.

Tanggapan BEM

Adanya agenda akreditasi kampus, Zalzabilla Nadya Ardiani selaku ketua Presiden BEM Periode 2019-2020, menanggapi bahwa sampai saat ini ia belum mengetahui pasti mengenai persiapan kampus dalam menghadapi hal tersebut.

“Sampai saat ini saya belum tahu persis prosesnya dalam persiapan akreditasi kampus, namun yang saya ingat dalam visi misi ketua yang baru ini ingin meningkatkan akreditasi kampus,” ucapnya.

Walau begitu, benk panggilan akrabnya berharap jika ada akreditasi kampus setidaknya menginfokan kepada mahasiswa. “Ya aku harap sih semua bisa bersinergi semuanya dalam menjadikan Stikosa lebih baik,” tambahnya.

Tanggapan Mahasiswa

Mengenai hal tersebut, Alifia Widya, mahasiswa jurusan Jurnalis ini pun berpendapat bahwa pimpinan baru saat ini kurang bersosialisasi terhadap mahasiswa mengenai akreditasi kampus. Ia juga berharap untuk akreditas kampus nantinya bisa lebih baik dari saat ini “ Harapnya, tahun ini akreditasi kampus bisa meningkat atau gak ya tetep, jangan turun pokoknya,” harap mahasiswi semester 6.

Hal serupa, juga diharapkan oleh Annisah Ayu mengenai statuts akreditas kampus yang ia harap bisa meningkat dan menjadi poin lebih untuk Stikosa-AWS kedepannya.

“Ya saya harapnya, dari pemimpin baru ini bisa membawa Stikosa lebih baik, dengan kerjasama antara dosen, pegawai hingga mahasiswanya yang harmonis,” tutur mahasiswa jurusan Broadcasting ini. (N/F: Jel, Frd, Ard.)