Perpaduan Pahit dan Manis Cokelat Klasik

actasurya.com – Cokelat, merupakan salah satu bahan dasar makanan dan minuman yang digemari berbagai lintas generasi. Lantaran cokelat sangat di ganderungi setiap orang, para pengusaha kuliner berlomba-lomba menyuguhkan berbagai olahan kuliner berbahan dasar cokelat.

Cokelat Klasik salah satunya. Minuman berbahan dasar dark chocolate ini berbeda dengan yang lain. Warna cokelat kehitam-hitaman serta rasa dark chocolate yang khas, pahit berpadu dengan manis, sangat nikmat bila disuguhkan panas (hot) maupun dingin (ice). Serbuk cokelat dimasukkan kedalam blender, kemudian ditambahkan es batu dan air secukupnya. Sehingga menghasilkan ice yang lembut di lidah. Tak lupa ditambahkan parutan dark chocolate sebagai topping yang semakin menambah kenikmatan rasanya.

“Enak dan jarang ditemui di Surabaya,” ujar Rizky, salah satu konsumen yang ditemui Reporter Acta Surya.

Rasa yang disuguhkan beraneka. Yakni Choco Original, Choco Milk, Choco Nut, Chocopucino, White Choco Anggur, White Choco Melon, White Choco Strawberry dan masih banyak lagi. Harga yang dibanderol pun juga cukup terjangkau, hanya seharga 8 ribu untuk tiap gelas Cokelat Klasiknya.

Diracik sendiri oleh owner, Martalinda Basuki, menggunakan cokelat hitam asli Indonesia yang kemudian dikemas dalam bentuk serbuk sehingga memiliki standart rasa yang sama di setiap cabangnya. Di kota asalnya, Malang, terdapat Cafe Klasik yang menyediakan minuman Cokelat Klasik ini. Namun di Surabaya sendiri dapat ditemui kedai kecil Cokelat Klasik di Royal Plaza, tepatnya di lantai 3 foodcourt dekat dengan Cinema 21.

Berawal dari mendirikan kedai kecil di Pare, Kediri yang tidak menjumpai kesuksesan pada tahun 2008. Usaha Cokelat Klasik kemudian hijrah ke Kota Malang. Di kota ini Cokelat Klasik menuai kesuksesan yang lumayan. Dibuktikan dengan adanya dua Cafe Klasik dan tersebarnya outlet Cokelat Klasik di seluruh Malang serta kota-kota besar lainnya. “Owner awalnya bikin usaha di Pare, awalnya rame terus sepi. Dibawa ke Malang, disana sukses,” cerita Imam Mahmudi, pegawai Cokelat Klasik cab. Surabaya.

BACA JUGA   Batik Jetis, Khas Kota Petis

Tak hanya itu, Cokelat Klasik juga mendulang prestasi sebagai pemenang kedua Wirausaha Muda Mandiri pada tahun lalu. “Tahun lalu ikut WMM dapet juara dua,” tuturnya. (N/F: Elisa)