Perjalanan Sekali Tepuk Dua Nyamuk

actasurya.com – Sekali tepuk dua nyamuk! Kalimat ini ditujukan untuk komunitas Main Warna Surabaya (MWS) yang telah melakukan perjalanan pulang pergi Surabaya-Malang. Mencoba sensasi mewarna di dalam kereta api sekaligus berguru ilmu mewarnai kepada Cak Iroel, seniman pensil warna asal Kota Apel, Malang.

Ini adalah kali pertama MWS melakukan kegiatan mewarna di dalam kereta api. Perjalanan yang dilakukan kemarin, Sabtu (23/4) ini merupakan bentuk kerja sama MWS dengan komunitas Peduli Pecinta Kereta Api. Perjalanan ini diikuti oleh 29 orang anggota MWS serta empat orang dari komunitas Pecinta Komuter. Pihak Kereta Api Indonesia (KAI) juga turut dalam perjalanan ini.

“Pihak KAI tadi juga ada yang ikut sampai Stasiun Lawang. Bapak Paimin, asistant manager humas PT.KAI Daop 8. Malah beliau ikut nyoba mewarna juga di dalam kereta,” ujar ketua MWS, Niken Ratih Astari.

Seolah tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, komunitas ini juga melakukan kunjungan ke kediaman sekaligus galeri milik Chairul Sabarudin, yang akrab disapa Cak Iroel, seniman pensil warna asal Malang. Dalam kunjungannya ini, komunitas MWS mendapatkan banyak pengetahuan baru, diantaranya memanfaatkan pensil sampai ujung terkecil, mencairkan pensil warna crayon watersoluble dan teknik mewarnai bulu binatang dengan cat air.

“Pelajaran paling menarik yang didapat dari Cak Iroel adalah diajarin cara menggunakan pensil warna yang tinggal seupil bahkan sudah nggak ada bagian kayunya. Karena biasanya temen-temen kalau pensilnya sudah tinggal 10 cm, sudah langsung bingung nyari gantinya,” cerita Niken.

Perjalanan komunitas Main Warna Surabaya ini dilakukan dengan menggunakan kereta api Bima dan berjalan tepat waktu seperti yang telah dijadwalkan. Berangkat pukul 6.20 dari Surabaya dan sampai pada 8.30 di Malang. Kemudian dari Malang kembali ke Surabaya pada 14.25, tiba pada jam 16.30 di Surabaya.

BACA JUGA   Hasilkan Karya dengan Hobi Matematika

Main Warna Surabaya sendiri merupakan komunitas mewarnai  dewasa yang terbentuk sekitar September 2015 lalu. Komunitas yang belum genap berusia satu tahun ini, sekarang sudah memiliki 74 orang anggota yang berasal dari dalam maupun luar Kota Surabaya. (N/F: Titis/doc)