actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Penjaga Sang Malam
FEATURES

Penjaga Sang Malam

redaksiBy redaksi23 Agustus 2014
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Semilir angin malam seolah menjadi teman akrabnya bekerja. Bersama motor tuanya ia berangkat dengan semangat yang tulus dan penuh pengabdian. Jam telah menunjukan pukul 11 malam, asap yang keluar dari motornya menandakan bahwa ia sudah datang dan siap menjaga kampus Komunikasi tertua di Indonesia Timur.

Itulah sepintas penggalan dari Bambang, bapak paruh baya ini adalah penjaga malam di kampus Stikosa-AWS sejak tahun 1998 hingga sekarang. Pria asal Pacitan ini mengaku sangat senang bisa mengabdi di kampus wartawan yang usianya hampir sama dengannya. “Senangnya itu saya dengan mahasiswa sudah terjalin hubungan yang sangat akrab seperti anak dan bapak,” tutur pria dengan rambut penuh uban.

Ketika ditanya soal pengalamanya selama menjadi security di Stikosa-AWS ia sontak menjawab dengan mata berkaca-kaca. “Alhamdulillah selama saya jaga di kampus tidak ada kejadian yang genting kecuali kejadian 2 tahun yang lalu,” kata Bambang. “Waktu itu di kampus ada kasus kehilangan sepeda motor. Saya merasa sedih, ada perasaan bersalah pada instansi ini,” tambahnya.

Sebagaimana peraturan kampus yang melarang mahasiswanya bermalam, tak jarang ia harus bersitegang dengan mahasiswa yang masih saja bandel untuk bermalam tanpa surat ijin. ”Tapi itu sudah wajar mas, namanya pemikiran orang pasti berbeda-beda,” ujar pria yang bekerja mulai dari pukul 23.00-05.00.

Selama 15 tahun mengabdi, ia sebagai saksi hidup perkembangan kampus yang terkenal pencetak wartawan. Menurutnya, semenjak tahun 2000an Stikosa-AWS mengalami perkembangan yang sangat pesat. “Perpustakaan dan gedung biru itu sebagian contoh kecil perkembangan kampus yang dulu berada di Kapasari,” sambung suami dari Rahayu Widodo.

Tak hanya mahasiswa bandel yang menjadi secuil duka dari Bambang, namun pertanyaan dari anaknya seringkali membuatnya tertegun. “Anak-anak sering tanya kenapa saya setiap malam keluar. Untuk menjawab pertanyaan itu, tak jarang ia mengajak putra-putrinya megunjungi kampus ketika waktu luang,” ungkapnya ayah dari Eka Widyasari dan Widi Dwi Prasetyo.

Bambang mengaku walau hasil dari penjaga kampus tidaklah banyak, namun dia masih sanggup menghidupi keluarganya. “Ya, biarpun penghasilan saya tidak banyak, tapi Alhamdulillah cukup buat kebutuhan keluarga sehari hari. Rejeki itu yang penting barokah,” tambah pria berumur 48 tahun ini.

Selain itu, Bambang juga mempunyai saran atau pun masukan buat para mahasiswa. “Saran saya buat mahasiswa kita tingkatkan, kita jaga kedekatan yang sudah terjalin selama ini  sesuai dengan profesi masing-masing, kalau memang mau menginap di kampus ya harus mengikuti prosedur yang sudah ada biar tidak ada kesalahpahaman.”

Sebuah tauladan dalam kehidupan, melaksanakan profesi dengan sepenuh hati dan tanggung jawab untuk memberi nafkah kepada keluarga. Tidak ada kata mengeluh apalagi putus asa, ini menjadi contoh bagi kita kaum muda untuk mengisi waktu hidup dengan arif dan bijaksana. N/F : Poundra

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

30 Tahun Mengabdi untuk Stikosa-AWS, Zainal: Jadilah Orang yang Bermanfaat

8 Desember 2023

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.