actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Neo Moda Warnai Moeslem Fashion Festival 2018
FEATURES

Neo Moda Warnai Moeslem Fashion Festival 2018

redaksiBy redaksi26 September 2018
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Actasurya.com – Pagelaran Moslem Fashion Festival 2018 yang diinisiasi APPMI Jawa Timur telah memasuki tahun kesembilan. Di tahun ini mengangkat tema ‘Neo Moda’.

Tema tersebut digunakan sebagai salah satu bentuk penjabaran dari trend busana 2019-2020. Hal itu dikarenakan pada masa mendatang antara Virtual Reality (VR) dengan realitas sehari-hari semakin kecil dengan adanya era evolusi digital.

“Kita mengacu pada trend fashion dunia, bagaimana manusia itu memanfaatkan teknologi. Kita melihat gaya hidup itu neo (baru), jadi trend baju manusia meniru gaya berpakaian robot terkadang robot itu seperti manusia,” ucap ketua pelaksana, Lita Berlianti saat jumpa pers di Mustofa Center, Royal Plaza Surabaya, Selasa, 26 September 2018.

Inovasi material dengan teknologi mewarnai tema ini. Termasuk bentuk abstrak terstruktur, tidak terduga, fleksibel, dan dinamis dalam siluet maupun tekstur. Penjabaran konsep Neo Mode sendiri terdiri dari smart reformation yang memberikan kenyamanan serta memberikan perlindungan bagi para pemakainya.

Misalnya Cybernetic Chic yang menggambarkan kesan glamour, pemberontakan, feminitas dan afrofuturism. Pabrikasi Khayalan yang terinspirasi dari cerita-cerita fiksi.

“Yang terakhir itu off-Grid Settlers. Jadi gaya busana dipengaruhi oleh isu perubahan cuaca yang meresahkan penduduk dunia,” jelas Lita.

Dengan adanya acara ini, Lita berharap agar desainer muda lebih berani lagi menampilkan karyanya. “Dan semoga kedepannya indonesia menjadi nomor satu di dunia sebagai eksportir busana muslim,” pungkasnya. (N/F: Amanah)

acta surya featured kampus Stikosa AWS Moslem Fashion Festival 2018
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

30 Tahun Mengabdi untuk Stikosa-AWS, Zainal: Jadilah Orang yang Bermanfaat

8 Desember 2023

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.