actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Masjid Cheng Hoo Pertama di Indonesia
FEATURES

Masjid Cheng Hoo Pertama di Indonesia

redaksiBy redaksi15 Desember 2015
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Masyarakat Indonesia pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama “Cheng Hoo”. Nama seorang Laksamana Tiongkok yang dikenal sebagai pelaut muslim yang terkenal dalam sejarah bangsanya. Tidak hanya itu, dia dikenal pula seorang perintis yang luar biasa tangguh dalam catatan sepanjang sejarah navigasi dunia.

Di Indonesia, nama “Cheng Hoo” banyak digunakan sebagai nama masjid bergaya muslim Tionghoa. Hampir di kota-kota besar terdapat Masjid Cheng Hoo-nya masing-masing. Namun patut diketahui, Masjid Cheng Hoo pertama yang didirikan berada di Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Gading No. 2 (Kusuma Bangsa).

Tepat pada tanggal 13 Oktober 2002, dilakukan peresmian pembangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya ini. Sejak itu, setiap tanggal 13 Oktober dikenal sebagai hari ulang tahun yayasan masjid, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo dan lahirnya masjid itu. Adapun pada tanggal 28 Mei 2003, barulah dilakukan peresmian yang dilakukan oleh Menteri Agama Indonesia saat itu, Said Agil Husain Al-Munawar.

Dalam sejarahnya, rancangan awal masjid ini terinspirasi dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Awalnya,dana yang terkumpul sebesar Rp 500 juta. Itu diperoleh dari dana sumbangan masyarakat. Tercatat total  keseleruhan pembangunan masjid ini memakan biaya Rp 3,3 miliyar.

Tidak jarang orang-orang luar negeri yang juga non-muslim datang berkunjung. Mereka mengaku sangat senang dengan keterbukaan pihak pengelola masjid. Saiful menambahkan, kalaupun pakaian yang dikenakan para pengunjung terlalu terbuka, biasanya mereka diminta untuk menggunakan sarung untuk bawahannya, atau kain seperti di Bali untuk atasannya. (N/F: fahmi)

actasurya.com liputan masjid Cheng Hoo Masjid Cheng Hoo Pertama di Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

30 Tahun Mengabdi untuk Stikosa-AWS, Zainal: Jadilah Orang yang Bermanfaat

8 Desember 2023

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.