Masjid Cheng Hoo Pertama di Indonesia

actasurya.com – Masyarakat Indonesia pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama “Cheng Hoo”. Nama seorang Laksamana Tiongkok yang dikenal sebagai pelaut muslim yang terkenal dalam sejarah bangsanya. Tidak hanya itu, dia dikenal pula seorang perintis yang luar biasa tangguh dalam catatan sepanjang sejarah navigasi dunia.

Di Indonesia, nama “Cheng Hoo” banyak digunakan sebagai nama masjid bergaya muslim Tionghoa. Hampir di kota-kota besar terdapat Masjid Cheng Hoo-nya masing-masing. Namun patut diketahui, Masjid Cheng Hoo pertama yang didirikan berada di Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Gading No. 2 (Kusuma Bangsa).

Tepat pada tanggal 13 Oktober 2002, dilakukan peresmian pembangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya ini. Sejak itu, setiap tanggal 13 Oktober dikenal sebagai hari ulang tahun yayasan masjid, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo dan lahirnya masjid itu. Adapun pada tanggal 28 Mei 2003, barulah dilakukan peresmian yang dilakukan oleh Menteri Agama Indonesia saat itu, Said Agil Husain Al-Munawar.

Dalam sejarahnya, rancangan awal masjid ini terinspirasi dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Awalnya,dana yang terkumpul sebesar Rp 500 juta. Itu diperoleh dari dana sumbangan masyarakat. Tercatat total  keseleruhan pembangunan masjid ini memakan biaya Rp 3,3 miliyar.

Tidak jarang orang-orang luar negeri yang juga non-muslim datang berkunjung. Mereka mengaku sangat senang dengan keterbukaan pihak pengelola masjid. Saiful menambahkan, kalaupun pakaian yang dikenakan para pengunjung terlalu terbuka, biasanya mereka diminta untuk menggunakan sarung untuk bawahannya, atau kain seperti di Bali untuk atasannya. (N/F: fahmi)

BACA JUGA   Literasi Digital, Saring sebelum Sharing