Kelopak Kamboja, Penyambung Hidup di Usia Tua

actasurya.com – Sekilas hamburan bunga Kamboja yang terjatuh dari dahan pohon penghias makam, seoalah tidak ada artinya. Namun tidak untuk Muhammad Latif warga Desa Banggil Kecamatan Beji, Pasuruan yang mengais serekan bunga Kamboja di makam Mbah Hasan Munadi untuk terus menyambung hidup bersama istri.

Ketika menjelang siang Latif berangkat ke makam yang cukup jauh dari rumahnya dengan berjalan kaki. Sambil membawa kantong plastik ia menyusuri setiap sudut halaman makam, memunguti satu persatu bunga Kamboja yang gugur. Hanya sesekali istrinya ikut menemani ketika kondisinya sehat, tak jarang Latif yang kini berusia 60 bekerja sendiri, melihat istrinya sering saki-sakitan.

“Saya tidak tega jika harus mengajak istri untuk ikut mencari bunga, takut semakin parah sakitnya. Uang dari mana saya untuk beli obat, anak-anak saya sudah lama pergi bersama keluarganya jadi tidak tinggal bersama kami. Saya malu jika harus meminta-minta ke anak-anak saya, jadi saya kerja seadanya saja,” kata Latif sambil memunguti bunga.

Setelah dirasa cukup bunga Kamboja yang ia kumpulkan, sore hanrinya ia kembali ke rumah untuk melihat kondisi istrinya sekaligus menjemur hasil pungutannya. Di depan rumahnya berjajar rapi bunga Kamboja yang dijemur sampai berubah warna coklat kehitaman. Keringnya bunga Kamboja inilah yang nantinya dijual ke pengepul untuk diolah menjadi minuman teh.

Tak semudah yang dibayangkan, untuk mendapatkan hasil bunga Kamboja yang kering sempurna, Latif harus menjemurnya di atas terik matahari. Ketika cuaca bagus, Latif bisa lebih banyak menjemur bunga Kamboja yang nantinya akan dijual dengan harga 22 ribu perkilo. Namun sebaliknya ketika cuaca tak mendukung, pendapatan Latif berkurang.

Seperti saat ini, cuaca yang tak menentu kadang panas dan terkadang mendung, Latif terpaksa mengurangi penyetoran ke pengepul karena bunga Kamboja yang ia miliki tidak kering sempurna. “Jika cuaca panas, dijemur dua tiga hari sudah bisa kering, tapi kalau cuaca mendung seperti ini saya cuma bisa mengumpulkan 4 kilo saja dalam sebulan,” ungkap pria berambut putih ini.

BACA JUGA   Semangat Demokrasi ArtJog 2014

naskah dan foto : Navie Satus Tsaniah