JADI PRESENTER TELEVISI, SIAPA TAKUT!

Cantik, pintar, berwawasan luas serta ramah adalah kesan pertama ketika berjumpa, dia adalah Rini kusuma. Masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya, tentu tak asing jika mendengar nama presenter yang satu ini, dia adalah Rini Kusuma. Presenter news di salah satu TV lokal di Surabaya ini memang sudah terkenal tak hanya di Surabaya bahkan di Jawa Timur.

Rini adalah salah satu alumni dari Stikosa-AWS angkatan tahun 2000 yang sukses dibidang media, namanya sudah sangat diperhitungkan di dunia presenter Surabaya, ia juga sering menjadi MC untuk acara setingkat Pemkot dan Pemprov. Dulu Saat menjadi mahasiswa Rini aktif di organisasi kampus salah satunya Acta Surya yang menekuni bidang jurnalistik.

Tetapi wanita yang baru saja berusia 30 tahun ini memutuskan untuk beralih ke dunia broadcaster dan presenter. Menurutnya dunia presenter sangatlah mengasikkan karena membuat semakin pintar. “Pekerjaan ini bukan bukan hanya pekerjaan yang monoton tetapi pekerjaan ini adalah pekerjaan yang bikin kita makin pintar dan berkembang,” kata Rini.

Ia menambahkan bahwa presenter bukan suatu pekerjaan yang monoton tetapi berkarya. “Jadi pekerjaan ini bukan hanya berkerja tetapi berkarya, dan selalu membuat kita semakin di tunggu oleh pemirsa.” sambung ibu satu anak ini.

Sebelum menjadi presenter seperti saat ini, ia sempat berkerja di salah satu majalah komunitas yang ada di Surabaya. Tetapi semakin lama ia mencoba untuk terjun ke dunia radio dan presenter. Ia mengaku sangat senang dengan dunia yang sekarang dan semakin yakin dengan pilihannya ini.

Bila ingin menekuni dunia presenter yang paling utama adalah kita harus punya tekat dan mental yang kuat. “Presenter itu dituntut pandai dan setidaknya kita pernah dengar apa yang orang lain katakan. Dan presenter harus sering up to date berita yang ada di sekitar,” katanya sambil tersenyum.

BACA JUGA   Sidoarjo Sediakan Kampung Poligami

Rini juga mengatakan hal yang terpenting jika ingn menjadi presenter yang handal haruslah pandai dalam hal apa pun. “Presenter harus pandai mengolah kata, dia harus bisa mengolah berita, harus pandai mengolah suara, dan harus pandai mengolah wajah seperti dandan,” tambah wanita kelahiran 12 juli ini.

Saat ditanyai tentang suka dukanya menjadi seorang presenter, ia menjawab lebih banyak sukanya karena dapat mengenal banyak orang, terutama orang-orang penting. Walau lebih banyak suka daripada duka, ia tetap merasa ada hal membuatnya sedih karena tak bisa berkumpul dengan suami dan anaknya jika hari libur. “kalau dukanya jadi presenter itu membuat kita tidak normal yang orang lain rasakan. Hal yang membuat lebih sedih kalau anak lagi libur sekolah kita tidak bisa libur menemani anak liburan,” keluhnya. Namun karena kerjaan yang sangat penting ia tak jarang mengajak anaknya untuk melihat ibunya di studio. “Saya selalu mengajak anak-anak jika liburan untuk menemani saya di studio dan ketika bekerja,” pungkasnya sambil tertawa. N/F : Kaesar