actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Buntut Panjang Hubungan Renggang Mahasiswa dengan Alumni
BERITA

Buntut Panjang Hubungan Renggang Mahasiswa dengan Alumni

redaksiBy redaksi11 November 2012
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Actasurya.com – Adanya kerenggangan antara mahasiswa dengan alumni, seakan berbuntut panjang. Dengan adanya blacklist yang dilakukan oleh beberapa alumni terhadap mahasiswa Stikosa-AWS.

Hal tersebut dirasakan ketika mahasiswa sedang menempuh magang atau yang udah lulus dan sedang mencari kerja, mereka merasa kesulitan. Ketika dikonfirmasi ke Hendro D. Laksono, alumni yang tergabung pada Forum Progresif Stikosa-AWS (FOR PRO AWS), Jum’at (9/11) menegaskan bahwa, alumni akan membantu sepenuhnya.

“Beberapa mahasiswa bercerita ke saya, kampus tidak melakukan apa-apa. Hanya bilang, kalau magang harus begini. Tapi tidak membuat rujukan magang di mana,” jelas Hendro.

Mengenai mahasiswa yang di blacklist oleh alumni, Hendro juga berkomentar bahwa beberapa alumni mungkin iya, tapi konteksnya bukan anti. Melainkan ini upaya membangun kesadaran. Menurut Hendro beberapa alumni ini berpikir, apakah mereka terus yang berusaha membuat perubahan? Sedangkan mahasiswanya diam saja.

“Penekanannya pada kesadaran. Mungkin ada juga yang sakit hati, kita kan tidak tahu. Karena mereka (alumni, Red) ditolak kampus, mahasiswanya santai saja,” ungkap Hendro.

Namun tak lama kemudian, Hendro sedikit meralat. “Nggak lah, saya kapan hari bikin rekruitmen awak magang dan terbuka. Nyatanya anak Stikosa-AWS tidak ada yang daftar. Mahasiswa Petra sudah pesan dua tempat untuk magang,” ralat Hendro. (N/F: Tito/internet)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.