actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Batik Jetis, Khas Kota Petis
FEATURES

Batik Jetis, Khas Kota Petis

redaksiBy redaksi6 Maret 2016
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Sidoarjo, atau yang biasa dikenal sebagai Kota Udang menyimpan banyak sekali industri rumahan, seperti tas, sepatu, jaket, hingga batik pun ada. Usaha-usaha tersebut berkembang kian pesat di kota yang terkenal akan kuliner petis ini. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, batik tulis mulai tersisihkan dari persaingan pasar. Tak jauh-jauh, Kampoeng Batik Jetis kini kondisinya sudah tak seperti dulu yang ramai dikunjungi dan banyak pesanan.

Terletak di Jalan Diponegoro, kampoeng batik ini berdiri sejak tahun 1675 dengan mayoritas warganya sebagai pengrajin batik tulis. Tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisinya sekarang, sebab kian tahun, kian sedikit pula warga yang menekuni pekerjaan sebagai pengrajin batik. Hal ini karena sudah tidak adanya perkumpulan, juga peran pemerintah yang makin minim untuk menjaring atau mengkader para seniman batik muda.

“Dulu waktu jamannya Pak Win (Win Hendrarso, red) yang jadi bupati, kita sering mendapatkan pelatihan dan perkumpulan batik jetis ini benar-benar dijaga. Namun sekarang kondisinya sudah tidak sepeti dulu, rata-rata sekarang berjalan sendiri dan anak mudanya pun sudah enggan melanjutkan membatik,” terang H. Miftah, pengrajin batik sejak tahun 1975 ini.

Motif yang ditonjolkan dari batik Jetis ini lebih nampak seperti corak khas Madura, meliputi warna merah dengan burung merak yang selalu melekat pada desain. Hal ini karena, jauh sebelum terciptanya batik Madura, batik Jetis telah lebih dulu mendistribusikan produknya di Madura.

“Berdasarkan kondisi sekarang, batik Jetis tidak ada identitas desain yang ditonjolkan, karena desain batik sekarang di sesuaikan dengan perkembangan sekarang dan sifatnya sekarang nasional,” jelas lelaki pemilik toko Dahlia di Kampoeng Batik tersebut.

Meskipun kondisinya seperti sekarang, namun Kampoeng Batik sering mendapatkan permintaan untuk memberi pelatihan di gerai batiknya. Seperti di toko Dahlia yang dikelola oleh H. Miftah, pernah kedatangan  sembilan mahasiswa luar negeri, yakni dari Amerika, Jerman, Belgia, dan Australia. Mereka berlatih membuat batik, mulai mencanting hingga prosesnya usai menjadi kain batik.

“Mereka belajar disini selama enam bulan, dan sampai sekarang para mahasiswa luar negeri itu masih sering mengunjungi toko saya ketika mereka sedang berada di Indonesia, mereka menyempatkan untuk mampir dan membawa batik dari toko saya, untuk di bawa pulang ke negaranya, dan sampai sekarang hubungan saya dengan sembilan mahasiswa itu masih terjaga baik,” tutur bapak empat orang anak ini.

Batik yang diproduksi oleh Miftah ini juga pernah dipakai dan dipesan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sampai para Bupati Mojokerto, Gresik, Probolinggo, dan Surabaya. (N/F: Haris,Hening/Haris)

batik batik jetis kampoeng batik Sidoarjo Susilo Bambang Yudhoyono
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Laboratorium Jurnalisme di Kampus Wartawan

29 April 2024

Sukses Gelar Konser di Jakarta, NCT 127 Beri Pengalaman Tak Terlupakan Bagi NCTzen

16 Januari 2024

30 Tahun Mengabdi untuk Stikosa-AWS, Zainal: Jadilah Orang yang Bermanfaat

8 Desember 2023

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.