Adopsi Cerita Rakyat di Ajang Surabaya Fashion Parade

actasurya.com – Trend dalam Indonesia terus berkembang seiring perkembangan jaman. Salah satu yang paling menonjol dalam trend yaitu dunia fashion. Tak di pungkiri lagi jika desainer-desainer berbakat, terutama di Indonesia lagi gencar-gencarnya merancang desain untuk dipamerkan dalam acara bergengsi.

Dalam rangka Hari Jadi Kota Pahlawan ke 725, Surabaya Fashion Parade 2018 kembali menyajikan deretan busana yang terinspirasi dari para desainer muda di Indonesia, kemarin (5/5). Sebanyak 19 desainer ikut andil menyajikan rancangan terbaiknya.

Ajang yang memasuki tahun ke-11 ini SFP mengusung tema ‘UN11TE’. Arti UN11TE sendiri berasal dari bahasa Perancis Unite yang artinya, kesatuan dari berbagai unsur untuk menghasilkan sesuatu yang unik.

Lenggak lenggok tubuh model yang memperagakan rancangan busana terbaik dari para desainer, serta sorotan lampu merah biru yang menyambut para model di atas panggung catwalk.

Tokoh cerita rakyat Bawang Putih Bawang Merah menjadi salah satu coretan karya dibaluti dalam busana. Novi Susanti dan Ario Anindito berkoloborasi menghasilkan satu karya dengan menggunakan tokoh cerita rakyat indonesia tersebut. Mereka sengaja memilih cerita legenda tersebut karena ingin memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

SFP pada tahun ini dibanjiri dengan desainer-desainer muda yang berasal dari beragam kota di-Indonesia. Seperti Susanna Andriyanto yang sekarang menginjak usia 29 tahun ia adalah lulusan terbaik dari Arva School of Fashion.

Susanna salah satu wanita yang sudah memiliki fashion brand yang bernama Kaynala ini berpartisipan dengan menunjukkan karyanya bertajukan Allure yang berarti daya tarik. Susanna terinspirasi dengan daya tarik yang terpancar dari setiap aura wanita.

“Semoga sukses pada setiap desainer dan semoga tahun depan kita bisa dipertemukan lagi dalam event fashion terbesar di Jawa Timur ini,” harapan Susanna yang ditemui awak Acta Surya.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya SFP ini diselenggarakan selama lima hari, mulai 2-6 mei 2018. Dalam gelaran SFP tak hanya memamerkan karya desainer saja namun, juga ada fashion show yang diperagakan oleh model dengan mengenakan hasil karya seni berupa looks dresses (gaun).

Pemenang fashion show diumumkan pada malam puncak yang diselenggarakan di Chamelleon Hall TP 6 lantai 5. Selain itu, ada delapan desainer terbaik pilihan panitia yang memarkan karya seninya pada malam perhelatan tersebut.

Tanggapan positif pun bermunculan dari berbagai para desainer. Salah satunya Embran,  “Saya sangat terinspirasi sekali dengan karya desainer yang mengusung tema kolaborasi merah putih yang menceritakan kisah dongeng asli Indonesia. Dengan begitu saya bisa  mendorong sekolah fashion untuk membuat tugas, karena ini memerlukan pemikiran yang sangat matang,” kata Embran Nawawi, yang juga sebagai dosen Universitas Petra Surabaya. (N/F: Adi/Fitri)