35 Tahun Bergelut dengan Sayuran Hidroponik

 

actasurya.com – Sayur-sayuran kian diperhatikan keberadaannya sebagai aspek yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Terutama di zaman yang serba dinamis ini. Begitu pula yang disampaikan oleh Ida Isnawati, pemilik Alpen Farm’s, yang bertempat di Jalan Baja 16 No 9 Perumahan Ponganngan Indah, Gresik.

Hampir sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk terjun dalam dunia sayur-mayur. Berawal dari hobi sejak berumur lima tahun,  ibu dari anak dua ini meneruskan hobi menanam tanaman sayuran hidroponik dan organik. Hingga akhirnya, ia sukses memilki toko berbasis tanaman steril hidroponik di Kota Pudak ini.

Pertama kali target usahanya dimulai dari  Malang, wanita lulusan Sekolah Menengah Atas(SMA) mendirikan kebun Hidroponic berbasis steril. Berdiri sejak tahun 2000, bermodal dengan alat seadanya dan kegigihan. Berlanjut dengan mendirikan tokonya di Kota Gresik. Alhasil. toko yang diberi nama Alpen’s Farm kini dikenali oleh masyarakat luas di Gresik.

“Memang sejak kecil saya sudah menanam tanaman sayur-sayuran di daerah asli saya di belakang rumah sendiri sampai menjadi hobi,” ucap Ida ketika ditemui di rooftop kebun miliknya.

Tak hanya itu, usaha yang digelutinya ini menjadi panutan terhadap komunitas hidroponik di Gresik yang baru berdiri sejak Februari lalu. Bahkan, Ida dipercaya menjadi pembina dalam Lingkungan Hidup (LH) SMA Negri 1 Manyar Gresik. “Ya alhamdulillah jika menjadi jajahan dan pantutan komunitas yang didirikan oleh rekan saya,” tutur wanita 38 tahun ini.

Sejak merintis usaha, Ida selalu memperhatikan kualitas produksi yang ditawarkan di tokonya. Kesterilan sayur-sayuran benar-benar diawasi betul. “Steril dalam sayuran dan kebersihan sangat penting bagi saya, saya sejak kecil di didik bersih dalam kebersihan,” tambahnya.

Adapun sayur-sayuran hidupronik yang dia produksi di antaranya berupa tomat, sawi, seledri, bayam, kangkung, sayur kale, selada sampai pakcoy, dipasarkan denganharga yang terjangkau jangkau oleh masyarakat.

BACA JUGA   Bonie Si Rocker

Ida sangat bersyukur dari hasil jerih-payahnya selama ini. Dari keuntungan yang diperoleh, Ida cukup memenuhi kebutuhan dalam mencukupi sehari-hari. Di samping itu, Ida juga sering mengisi penyuluhan-penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat dan Dinas Pertanian Kota Gresik. Ini ia lakukan sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat. (N/F: Lutfi)