actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Hasduk Berpola, Rilis Untuk Indonesia
BERITA

Hasduk Berpola, Rilis Untuk Indonesia

redaksiBy redaksi4 Maret 2013
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Setelah sukses membawa Surat Kecil Untuk Tuhan menjadi film terlaris 2011, kini Harris Nizam kembali dengan film Hasduk Berpola. Senin (4/3), secara perdana Hasduk Berpola diputar di Surabaya, sebelum ditayangkan serentak di seluruh Indonesia pada 21 Maret 2013 mendatang.

Dengan melibatkan 10 anak berbakat Bojonegoro dan Surabaya, serta didukung oleh artis-artis ibu kota seperti Idris Sardi, Iga Mawarni, Fay Nabila ‘IMB’, Petra Sihombing, Calvin Jeremy, Ranti Purnamasari, Hery Savalas, Alisia Rininta, Meitha Thamrin, Niniek L. Karim, Hadi Subiyakto (Eat, Pray, Love) dan Bangkit Prasetyo sebagai  pemeran utama.

Dalam film ini kita dapat melihat kembalinya Idris Sardi setelah 38 tahun menghilang dari dunia perfilman. Idris berperan sebagai Masnun, kakek Budi, veteran perang yang berusia 74 tahun yang hobi bermain biola.

Film Hasduk Berpola menceritakan Masnun, Veteran mantan pejuang ’45. Karena hidupnya yang terlunta-lunta di Surabaya, akhirnya ia bersama anaknya Rahayu janda beranak 2 (Budi dan Bening) kembali ke Bojonegoro dengan harapan agar kehidupannya bisa membaik. Namun apa daya, kehidupan pria renta yang terkenal sebagai pahlawan peristiwa penyobekan bendera ini justru semakin terpuruk.

Film yang telah rampung melaksanakan syuting pada bulan Juli-Agustus 2012 di Bojonegoro dan Surabaya, juga menggambrakan bagaimana perjuangan Budi memenuhi kewajibannya, hingga akhirnya membuat iba Bening, adiknya yang rela mengorbankan barang kesayangannya demi membuat hasduk untuk kakaknya.

Film sederhana penuh pesan-pesan moral dan kebangsaan ini ditutup dengan adegan yang menggetarkan sisi nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia. “Film Hasduk Berpola dilatar belakangi ingin menanamkan rasa nasionalisme yang mulai pudar di negeri ini,” ujar sutradara muda ini.

naskah : Rochmawati | foto : Willy Irawan

Film Hasduk Berpola Mahasiswa Pers Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.