Calon PresBEM: Jadikan BEM Media Aspirasi serta Jembatan bagi Mahasiswa dan Akademik I

Ilustrasi: Instagram @bem_stikosaaws

Actasurya.com – Setiap tahun regenerasi kepemimpinan selalu berganti dengan pemimpin baru, seperti halnya Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (PresBEM) Stikosa-AWS. Setelah periode kepemimpinan Zalzabilla Nadya A.L bersama jajarannya, yang telah melaksanakan tugasnya selama satu periode telah berakhir. Kini tonggak kepemimpinan bakal diisi pemimpin yang baru.

Pemimpin yang nantinya terpilih merupakan satu dari kedua kandidat yang sama – sama berasal dari angkatan 2017, dua kandidat itu yakni Inanda Aisa Mauliddia dari peminatan Jurnalistik dan Muhammad Iqbal Athallariq dari peminatan Broadcasting. Keduanya telah berpengalaman dalam keorganisasian selama kuliah, baik dalam kegiatan keorganisasian maupun pagelaran event. Berikut rekam jejak keduanya.

Inanda A’isa Mauliddia

Selama tiga tahun menjadi anggota organisasi mahasiswa Kopi Production, pengalaman yang didapatkan oleh Inanda terbilang tak sedikit, di antaranya pernah menjadi Asisten Sutradara, Scriptwriter, bahkan Sutradara film yang berjudul “Re” pada 2018 lalu. Selain berkiprah di Kopi Production, Inanda juga pernah menjadi panitia Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK) dan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa – Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2018 sebagai divisi Outbond, sedangkan di 2019 sebagai Wakil Ketua Pelaksana.

“Kalau produksi, aku pernah menjadi Astrada satu sama dua, penulis naskah, line producer, make up, dan sutradara. Kalau nggak gitu ya jadi bendahara, soalnya beberapa tahun ke belakang, aku kan jadi perempuan satu-satunya di Kopi. Jadi ya ngurusin masalah keuangan.” Cerita Inanda.

Inanda mencalonkan diri sebagai PresBEM periode 2020-2021 dengan keresahan yang ada dalam dirinya, ketika melihat keadaan kampus saat ini. Ia ingin suaranya didengar lebih oleh kampus, terlebih Ketua AWS. “Aku punya keresahan, dan gimana caranya agar suaraku ini bisa sampai ke pihak akademik. Sebenarnya kalau ingin suaraku didengar sih gak harus ikut BEM atau jadi PresBEM. Cuma, suaraku ini bisa sampai gak ke akademik, atau bahkan suaraku ini hanya sampai di depan pintu gedung rektor aja? Kalau gitu jadinya kan gak sampai ke atasan. Nah, melalui BEM ini aku bisa menyampaikan aspirasiku,” ungkap Inanda saat ditemui awak Acta Surya di Warung Unyil Rabu (18/11).

Rencana awal Inanda sebenarnya bukan menjadi PresBEM, tapi menjadi bagian dari BEM, namun setelah ia berbincang dengan banyak orang, ia semakin bertekad untuk menjadi PresBEM.

“Awalnya aku hanya berdoa agar BEM bisa jadi jembatan untuk aku menyampaikan aspirasi. Tapi, aku mikir lagi, saat ini ada kursi kosong, kenapa aku hanya menunggu? kenapa bukan aku yang jadi wadah? Dan, aku melihat ada kesempatan yang lebar, jadi aku menggunakannya dengan baik,” terang Inanda.

Inanda membawa visi misi Mewujudkan BEM Stikosa AWS sebagai sarana komunikasi serta literasi bagi seluruh civitas akademik guna mencapai sinergitas bersama.

Sedangkan Misi yang dikatakan agar mencapai visinya ada empat poin.

1. Membangun etos kerja yang baik, solid, dan berintegritas bagi kabinet BEM Stikosa AWS.
2. Menjaga dan meningkatkan sinergitas kerjasama, baik dengan internal maupun eksternal kampus.
3.Memperkuat fungsi BEM Stikosa AWS sebagai wadah utama dalam menampung aspirasi mahasiswa.
4. Berperan aktif dalam melibatkan mahasiswa untuk mengawal dan menyikapi berbagai isu kampus.

Respon berupa pertanyaan datang dari salah satu mahasiswa Adi Atma, soal apakah Inanda akan menggaungkan kewajiban berorganisasi, dan bagaimana rencana yang akan dilakukan untuk mahasiswa angkatan 2020 yang jumlahnya bisa terbilang sedikit dibandingkan tahun-tahun lalu, agar mengikuti organisasi.

“Masih ada kegiatan utama saya yang bisa dilakukan sebagai wadah bagi teman- teman ormawa, agar dikenal mahasiswa baru (maba), yaitu LKMMTD. Selain itu maba juga bisa lebih mengenal AWS itu kampus seperti apa. Jawab Inanda, ketika pemaparan visi misi kandidat PresBEM yang dilaksanakan melalui Google Meet, Jumat (20/11) kemarin.

Pertanyaan lain pun datang dari Allan Chandra yang berisi tentang langkah konkrit apa yang bisa dilakukan untuk mendorong mahasiswa AWS, agar bisa berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Menanggapi pertanyaan itu, Inanda akan berusaha untuk menggali potensi para mahasiswa, dan mengadakan kegiatan seperti Diskusi Publik.

“Seperti yang tercantum dalam visi saya, yakni ingin meliterasi mahasiswa Stikosa agar melek organisasi. Untuk itu, saya akan membuat beberapa diskusi publik, kompetensi festival, ataupun dari segi pengetahuan mahasiswa supaya potensinya dapat berkembang,” ujar Inanda.

Adi Atma pun kembali mengajukan pertanyaanya pada kolom komentar, Jembatan apa yang akan dibuat Mbak Inanda agar bisa menjembatani antara pihak akademik dan mahasiswa?

Inanda kembali menjawab pertanyaan. “Ingin melakukan diskusi dan pendekatan, mendiskusikan apa yang dilakukan Stikosa-AWS kedepannya untuk mahasiswa. Saya akan memberikan informasi seaktual mungkin, apa yang ingin dicapai oleh kampus dan mahasiswa Stikosa-AWS.”

Selain dari mahasiswa, pemaparan visi misi dihadiri oleh pihak akademik, Ratna Amina selaku Waka I yang mengajukan pertanyaan kepada Kandidat PresBEM nomor urut satu, tentang program apa yang dilakukan untuk bertanding keluar kampus, serta bagaimana tindakan BEM dengan mahasiswa yang tidak menjaga nama baik kampus dan almamater di luar dan di dalam kampus.

“Yang pertama saya akan menggali potensi seperti apa yang dimiliki oleh mahasiswa AWS, dengan saya mengetahui potensi yang ada disini, saya bisa menjadi wadah yang sesuai kebutuhan mahasiswa. Contohnya, jika mahasiswa sekarang suka membahas isu politik, saya akan mengadakan diskusi atau kompetisi yang berhubungan dengan isu terkini. Jika dari situ hasil mereka mumpuni, maka akan saya lanjutkan ke luar kampus. Kebetulan saya juga punya beberapa channel yang bisa digunakan dengan baik. Untuk jawaban selanjutnya, saya akan mendiskusikan dengan pihak yang bersangkutan. Tujuan utama BEM stikosa AWS ialah menjembatani, bukan penentu keputusan akhirnya. Kami (BEM) atau saya akan semaksimal mungkin menemukan solusi terbaik untuk kedua belah pihak,” jelas Inanda. (Lanjutan: https://www.actasurya.com/calon-presbem-jadikan-bem-media-aspirasi-serta-jembatan-bagi-mahasiswa-ke-akademik-ii/ )