Stikosa-AWS Borong Juara

actasurya.com – Rangkaian acara SCTV Goes To Campus (SGTC) di Stikosa-AWS berakhir hari ini, Kamis (26/09) dengan membawa deretan nama pemenang lomba citizen journalism dan presenter. Sebanyak 32 tim yang mengikuti citizen journalism, akhirnya juara diborong oleh tuan rumah.

Ketiga predikat juara diraih oleh seluruh mahasiswa Stikosa-AWS dari berbagai semester yang berbeda. Septian Yudha, salah satu anggota dari tim yang menjadi juara pertama mengaku sangat senang karena tim-nya menjadi juara pertama dan seluruh pemenang lomba citizen journalism dapat disapu bersih oleh mahasiswa Stikosa-AWS.

Di deretan juara dua diraih oleh tim Faisal Afif mahasiswa semester VII, dan di deretan juara tiga diraih oleh tim dari Eka Pratiwi mahasiswa semester V. Eka mengaku hal ini bisa menjadi ajang mengukur kemampuan kita. “Acara ini kita jadiin tolak ukur kualitas kami khususnya mahasiswa Stikosa-AWS dalam bidang jurnalistik,” ujarnya.

Selain itu, sebanyak 147 peserta mengikuti lomba presenter yang akhirnya dimenangkan oleh Joshua Reno, mahasiswa UK Petra. Gorda Girlandia, mahasiswa Universitas Bhayangkara sebagai juara kedua, dan peserta dari Stikosa-AWS, Rendy Eka Saputra juara ketiga.

Joshua Reno mengaku bahwa menjadi juara pertama bukanlah perkara yang mudah, karena semua peserta memiliki kemampuan yang hebat. “Terbiasa berkecimpung di dalam dunia broadcast karena track record-ku di dunia broadcast,” terang pria yang memang bercita-cita menjadi news anchor ini saat ditanya harapannya setelah menjadi pemenang lomba.

Dalam penilaian lomba presenter, ada beberapa point yang menjadi pertimbangan para juri. “Yang kita nilai ada tiga point. Look performance, materi vocal, lalu delivery, yaitu bagaimana cara menyampaikan berita,” ungkap Senandung Nacita selaku salah satu juri. Baik Senandung Nacita dan Boy Bakamaru mengaku bahwa keduanya sama-sama mengalami kesulitan saat menentukan pemenang, hal ini di karenakan kemapuan para peserta sangat bagus antara satu dengan yang lainnya.

BACA JUGA   Promosi Tak Akurat Kampus Wartawan

“Kebetulan untuk kota Surabaya susah menentukan pemenangnya, karena memang masing-masing peserta bagus di point A, tapi kurang di point B. Dari babak awal saja sudah bingung menentukan semifinalisnya,” tambah Boy.

naskah : Amalia Irawati | foto : Ayu Puspitaningtyas