actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Status BEM Stikosa-AWS, Antara Ada dan Tiada
BERITA

Status BEM Stikosa-AWS, Antara Ada dan Tiada

redaksiBy redaksi11 Mei 2013
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Hingga pertengahan Mei, belum terpilihnya Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Pres BEM) yang baru, membuat keberadaan BEM menjadi tidak jelas. Tak hanya keberadaannya, status BEM pun terlihat antara ada dan tiada.

“Status BEM saat ini, antara ada dan tiada. Dikatakan ada, tapi tidak aktif. Kalau dikatakan tidak ada, anaknya ada,” jelas Dina Fitriana, Sekretaris BEM (10/5).

Di tempat yang berbeda Anggun Putra, Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) menjelaskan bahwa posisi BEM dalam masa transisi. Sehingga tidak bisa dipungkiri, apabila saat ini BEM agak tidak aktif.

“Karena dalam masa transisi, untuk mempersiapkan BEM selanjutnya. Saat ini sedang mengerjakan LPJ BEM,” tegas Anggun, mahasiswa semester IV ini (10/5).

Di sisi lain, Sulihati selaku Tim Formatur melihat keberadaan BEM  saat ini tidak jelas, bahkan mati. Hal ini terlihat dari Marga Bagus Santoso, Pres BEM yang sibuk kerja dan cuti, serta anggotanya yang hilang.

“Jika pemimpinnya hilang, maka anaknya akan hilang sendiri-sendiri. Ibarat kucing yang baru melahirkan, beberapa bulan kemudian ditinggalkan oleh ibunya begitu saja. Pasti anaknya hilang entah kemana. Kecuali ibunya kembali, anak-anaknya pasti kembali,” ucap wanita yang akrab  disapa Sulis (10/5).

Menurut Edgar Tidy Genedy, mahasiswa semester IV yang aktif di UKM KOPI, awalnya BEM terkesan tidak jalan, Pres BEM tidak terlalu total. “Kalau melihat sampai saat ini belum dipilih Pres BEM yang baru, memang benar-benar parah. Kurang BEM banget, bukan BEM yang seharusnya,” komentar Edgar (10/5).

naskah : Ayu Puspitaningtyas | foto : dok. Acta Surya

BEM Mahasiswa Pres stikosa-aws Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.