actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Sosok Pemimpin Ini, Mandiri Sejak Dini
BERITA

Sosok Pemimpin Ini, Mandiri Sejak Dini

redaksiBy redaksi13 Oktober 2014
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Siapa yang tak mengenal Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stikosa-Aws saat ini? Ya, dia adalah Dhidin Abdiansyah. Mahasiswa jurusan Public Relations  yang tengah duduk semester tujuh ini telah terpilih menjadi presiden BEM untuk periode 2013-2014. Tidak banyak yang tahu bagaimana sepak terjang pria berpembawaan kalem ini, mulai dari ia yang pada awalnya menjadi pengajar, hingga menjadi Pres BEM di Stikosa-aws saat ini.

Mengapai pendidikan tinggi adalah hak siapa saja yang mau berusaha begitupun dengan pria kelahiran kota Lamongan ini. Usahanya untuk menimbah ilmu sampai jenjang yang lebih tinggi tak diraihnya dengan mudah. Pria berkulit sawo matang ini sudah harus mencicipi dunia kerja semenjak duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Pertama. Dhidin, begitu pria ini kerap disapa harus membantu perekonomian keluarga dengan mengembala ternak milik orang tuanya. ”selain mengembala kambing dan sapi juga waktu itu menjagar anak-anak mengaji disalah satu TPA di Lamongan.” Cerita pria yang hobi

Lulus dari Sekolah Menengah Atas tahun 2003 mahasiswa extension ini tak langsung dapat melanjutkan pendidikannya ke bangku kulia. Lagi-lagi ekonomi menjadi kendala Dhidin untuk meraih mimpi. Namun selama rentang waktu itu, ia bekerja di semapura untuk mengumpulkan uang dan akhirnya pada tahun 2010 Dhidin memilih Stikosa-aws sebagai tempatnya menimbah ilmu dan mengambil konsentrasi hubungan masyarakat. “tidak ingat jelas kenapa kulia di aws, tersesat mungkin,” candanya ketika ditanya reporter Acta Surya. “kalau kenapa ambil jurusan PR, itu karena terpesona lihat Rosulluloh sebagai PR paling top.” lanjutnya mantap.

Selama menempuh bangku kulia pria yang ramah senyum ini tak lantas meninggalkan dunia kerja yang selama ini sudah akrap baginya. Ia membiayai sendiri seluruh biaya perkuliahan hingga semester tujuh saat ini dengan bekerja di pasar berjualan air, elpiji dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Adapun kegiatan di luar kampus yang ia tekuni adalah menjadi Anggota Muhammadiyah Nasional yang ia mulai sejak tahun 2003 hingga sekarang ini.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini menargetkan selama dirinya menjadi Presiden BEM, dirinya akan berusaha melekatkan kebersamaan di antara mahasiswa seperti dengan diadakannya kompetisi olah raga entah itu antar angkatan, antar jurusan ataupun antar organisasi mahasiswa (ormawa).  Harapan Dhidin untuk mahasiswa Stikosa-AWS saat ini adalah lebih membuka diri karena sekarang ini bukan jamannya meng ”aku-aku” kan diri, karena menurutnya diatas orang yang pintar masih ada orang yang lebih pintar lagi. “Untuk akademik mungkin dari periode-periode sebelumnya ada kesalahan yang kita tidak tahu itu apa, tapi yang jelas apapun kesalahannya bisa diatasi dengan berkomunikasi ya dikomunikasikan. Jika hal itu berhubungan dengan hukum, teman-teman mahasiswa bisa menerimanya secara hukum”, jelas Dhidin.

Naskah : Kartika | Foto : Fahmi

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.