actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Sepenggal Kisah Museum Pahlawan
BERITA

Sepenggal Kisah Museum Pahlawan

redaksiBy redaksi31 Juli 2022
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Warga negara Indonesia yang baik adalah yang tidak pernah melupakan jasa para pahlawannya. Oleh karena itu, pemerintah membangun berbagai museum untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang pada era yang lampau sehingga milenial akan mengetahui sejarah dan tidak melupakannya.

Banyak museum di Surabaya memiliki nilai sangat bersejarah, salah satunya ialah museum 10 November. Museum ini berdiri pada tahun 1951 dan diresmikan setahun setelahnya oleh presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Tempat tersebut dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan pada insiden perang 10 November 1945, di Surabaya.

Museum tersebut sebagai etalase sejarah budaya, terkait peristiwa pertempuran 10 November 1945 yang saling berkaitan dengan monumen tugu pahlawan. Agus, staff Kurator Museum 10 November mengatakan bahwa adanya leterkaitan Museum dan Monumen Tugu Pahlawan tersebut.

“Iya, karena ada keterkaitan satu sama lain, untuk pengembangan ditambah dengan museum, 10 November itu jendela atau etalase untuk melihat sejarah peristiwa pertempuran itu sendiri,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, di museum tersebut memiliki koleksi benda-benda peninggalan sejarah seperti senjata perang, artefak, pakaian, dan benda lainya. Dari peninggalan barang tersebut masih asli sejak jaman dahulu namun juga terdapat peninggalan yang replika demi perawatan khusus.

“Benda yang merupakan replika yaitu karena barangnya tidak ada, tetapi kita menguasai historinya. Tujuan mereplikasi selanjutnya, karena barang dengan perawatan khusus maka untuk barang yang di bawa untuk pameran tentang sejarah menggunakan benda replika yang dimiripkan semedikian rupa,” Imbuhnya.

Agus menjelaskan juga mengenai sejarah Tugu Pahlawan yang telah ada sebelum museum dibangun dan memiliki filosofi. Semua yang ada di bagian tugu Pahlawan memiliki makna tersendiri. Uniknya arsitektur dari Belanda yang akan membangun gedung di dekat tugu pahlawan ini awalnya akan membuat bangunan tersebut menjadi gedung pengadilan tinggi.

“Bangunan yang monumental itu ada dasarnya, historinya berawal dari ketika ide pertama kali pak Seokarno membuat bangunan tersebut, filosofinya itu membangun monumen menyerupai paku yang terbalik, nah dimana keterkaitan filosofinya, ketajaman paku yang terbalik itu melambangkan ketajaman semangat pejuang waktu merebutkan kemerdekaan pada peristiwa pertempuran di Surabaya, nah itu yang di cocokkan pak Soekarno seperti itu Bukan hanya museum dan Tugu saja, terdapat bangunan gedung yang dibangun pada tahun 1945 oleh ulsmith, arsitektur Belanda, bangunan tersebut bertujuan gedung pengadilan tinggi pada waktu itu, ” Jelasnya pria satu ini.

Sementara itu, Museum bukan hanya tempat menambah pengetahuan saja, tetapi juga bisa menjadi tempat liburan sambil menambah wawasan. Salah satu pengunjung yaitu Rifaing mengatakan bahwa dia penasaran mengenai isi dan bagaimana bentuk museum tersebut.

“Berhubung bukan orang surabaya, dengan adanya ini kita ketahui bahwa Surabaya punya ikonnya Tugu PPahlawa. Nah di tugu pahlawan fungsi hubungnya, tentu kalau bukan penduduk asli pasti penasaran selain kita liburan tentu kita cari tahu isi disini apa saja, kalau pengen cari tahu kita pengen nambah wawasan, dari apa yang kita belum tahu, bisa tahu disini, ” Pungkas pria 30 tahun ini.

 

(N/F: Mgs/Dok. Pribadi)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.