actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»FEATURES»Rumah Sakit Kelamin Lahirkan Museum Kesehatan
FEATURES

Rumah Sakit Kelamin Lahirkan Museum Kesehatan

redaksiBy redaksi12 April 2017
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
museum
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Bangunan lawas berdominan warna coklat dengan  aroma menyan, di tambah tak ada pengunjung yang berlalu lalang, juga adanya tulisan “dunia lain” di salah satu pintu yang turut menggambarkan situasi mistis membuat pengunjung semakin penasaran.

Di sambut dengan pintu klasik berkaca berwarna putih, dengan tirai kecekolatan  membalut pintu utama museum.  Rentetan lampu redup kekuningan membuat suasana terasa menengangkan. Di susul dengan adanya aneka ragam koleksi pengobatan alternatif, salah satunya pengobatan akupuntur, kostum dokter kuno, serta beberapa penghargaan yang diperoleh dari puslitbang ini. Di pintu kedua terdapat kursi roda jaman dahulu yang terbuat dari rotan, hewan yang diawetkan dan patung

Berbagai macam koleksi yang berbau mistis seperti jelangkung, nini towok serta aneka barang berbau santet tersedia di ruang tiga. Terdapat 3 pintu pada bangunan ini, yang setiap pintunya mempunyai nama yang berbeda sesuai dengan koleksi di dalamnya. Bangunan di museum ini masi sangat terawat, terlihat dari cat tembok yang masi bagus, serta lantai yang selalu bersih.

Museum ini diminati banyak kalangan, harga karcis yang terjangkau membuat pengunjung tidak berpikir dua kali untuk mengunjungi tempat ini, dengan Rp. 1500 kita dapat memasuki museum tersebut dengan leluasa. Pintu awal yang bertuliskan “Sejarah kesehatan” pengunjung di sambut dengan patung Ganesha, serta beberapa sejarah awal kesehatan yang ada di Indonesia.

Memasuki pintu-pintu berikutnya, kita akan melihat beberapa koleksi di museum ini, tidak hanya koleksi medis tetapi ada koleksi non medis juga. Koleksi medis antara lain, alat perekam jantung, alat penggugur kandungan, alat operasi mata dan masih banyak lainnya. Alat non medis juga ada disini misalkan komputer pada jaman dahulu, mesin ketik dan banyak lainnya. Beberapa koleksi hewan yang sengaja di awetkan yang konon katanya hewan tersebut dapat menularkan penyakit.

Pintu yang bertuliskan “dunia lain” ini tidak semua pengunjung berani memasukinya, karena di dalam nya  terkenal  horror, pernah ada cerita salah satu pengunjung yang kerasukan di dalam “dunia lain” dikarenakan ada makhluk tak kasat mata yang menempati ruangan tersebut

Koleksi dari museum juga bukan murni koleksi dari rumah sakit itu sendiri, melainkan sumbangan dari beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia. Meskipun dominan dengan koleksi dari Jawa Timur sendiri.

Salah seorang pengunjung yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas lima, mengungkapkan kesenengannya dalam mendatangi tempat sejarah tersebut. Bahkan ia kerap berkunjung ke Museum Kesehatan ini saat menjelang Ujian Sekolah di sebabkan karena ada pelajaran yang membahas isi dari museum.

Ide pembangunan tempat ini, karena banyaknya alat medis yang sudah tidak digunakan serta tidak terawat. Dr. Harjadi Suprapto selaku pensiunan dokter di rumah sakit kelamin ini,  membuat ide untuk dibuat museum kesehatan. Museum yang diberi nama museum kesehatan Dr. Adyatma ini sebagai bentuk penghargaan terhadap Dr. Adyatma  salah satu dokter kesehatan pada masa itu.

Museum yang di bangun sekitar tahun 1990, baru di resmikan pada tahun 2004. museum ini menempati kawasan Rumah Sakit Kelamin, yang dulu merupakan rumah sakit kelamin terbesar se Asia tenggara. Museum satu kompleks dengan P3SKK (Pusat Penelitian Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan) Depkes RI dan Akademi Akupuntur Surabaya. Masyarakat mengenal museum ini dengan sebutan museum Santet.

Banyak yang mengira kawasan yang ada di sekitar museum adalah milik Museum Kesehatan secara keseluruhan. Padahal hanya beberapa ruang yang menjadi lokasi museum.  “Pengunjung mengira, ini semua museum mbak, tapi ya gapapa lah kalo mereka belum tau semua,” ujar Lia selaku humas Puslitbang. Tak hanya museum dan kantor puslitbang saja, disana juga terdapat kantin, musholla, serta tempat check up.

Museum ini terletak di ujung barat Surabaya, tepatnya  Jalan Indrapura no 17 Surabaya. Menurut humas dari puslitbang yang merupakan satu kompleks dengan museum menuturkan kurangnya SDM yang ada di museum ini membuat pengunjung kurang mengetahui dari asal-usul koleksi di museum tersebut.” Kita tidak asal aja mbak cari pegawai. Soalnya kita langsung dari Menkes (Menteri Kesehatan), Pemkot Surabaya sudah tidak lagi berwenang” ujar humas Museum Kesehatan.

Kurangnya Sumber Daya Manusia yang ada di museum ini, mengakibatkan museum tidak buka ketika weekend. Tempat wisata penuh serta murah meriah bisa dipastikan ramai ketika musim libur atau sabtu-minggu. Namun adanya kendala ini, membuat museum hanya buka setiap hari senin-jumat pukul 08.00-15.00. (N/F : Hanim)           

Museum Museum di Surabaya Museum Kesehatan rumah sakit kelamin Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.