Rumah HOS Cokroaminto, Pusat Aktivitas Muda Kemerdekaan

actasurya.com – Di Indonesia terdapat banyak situs-situs yang bersejarah baik telah diketahui oleh umum maupun belum dijamah oleh pemerintah. Begitu pula di Kota Pahlawan Surabaya, terdapat banyak situs-situs bersejarah yang bisa dikunjungi oleh masyarakat luas.

Salah satu tempat bersejarah yang jarang dikenal khalayak yakniRumah  Haji Oemer Said Tjokroaminoto atau yang biasanya dipanggil HOS Cokroaminoto. Rumah bersejarah ini terletak di Jalan Peneleh 7 no 29-31 Surabaya.

Rumah sederhana dengan pagar dan pintunya berwarna hijau itu yang dibangun pada tahun 1870,merupakan bekas  tempat tinggal seorang pahlawan yang ikut ambil bagian dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Yaitu Haji Oemer Said Tjokroaminoto. Dia adalah  ketua salah satu organisasi pergerakan terbesar di Hindia Barat, yaitu Serikat Islam

Kediaman dari HOS Tjokroaminoto memiliki nilai sejarah yang tinggi.Selain dibuat kos-kosan juga sering dipakai  untuk mengajar dan berdiskusi dengan para aktivis muda saat zaman penjajahan Indonesia. Beberapa diantara mereka yang pernah tinggal dan menjadi murid Tjokroaminoto seperti Soekarno, Semaoen, Alimin, Musso, dan Kartosoewirjo.

Murid-murid dari Tjokroaminoto-lah yang kemudian hari akan berjuang untuk bangsanya dengan pemikirannya masing-masing. Dari rumah Tjokroaminoto dikenal sebagai guru para pendiri bangsa Indonesia.

Itu dibuktikan Soekarno dengan rasa nasionalisme yang tinggi hingga kemudian menjadi Presiden Indonesia yang pertama. Semaoen,Alimin dan Musso dengan partai komunis Indonesia, sedangkan Kartosoewirjo dengan pemikiran Islam yang radikal .

Saat masuk kedalam rumah, kita akan semakin terkesan dengan kesederhanaan rumah ini.Dinding-dinding rumah dari batu bata yang dicat putih, dan plafon yang beranyaman bambu. Saat kita masuk di sebelah kanan pintu terdapat meja, kursi dan lemari yang terbuat dari kayu. Di dinding terdapat  lambang Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) yang diapit foto HOS Tjokroaminoto di sebelah kiri dan Soekarno di sebelah kanan.

Ketika melihat sebelah kiri pintu terdapat kursi panjang, serta meja ukuran kecil maupun ukuran yang panjang di atasnya terdapat  foto foto sejarah tentang rumah ini. Saat kita melihat kedepan rumah terdapat meja yang tinggi dan diatasnya terdapat sejarah rumah HOS Tjokroaminoto. Saat mengitari rumah bersejarah ini setiap dinding  diberi keterangan penjelas berupa foto foto mengenai sejarah rumah HOS Tjokroaminoto.

Menarik lagi adalah adanya ruangan bagian atas rumah bersejarah ini. Tempat itu biasanya digunakan HOS Tjokroaminito untuk rapat dan berdiskusi dengan murid-muridnya.

BACA JUGA   Menghilangkan Noda Bekas Jerawat Secara Alami

Tidak salah jika tempat ini merupakan salah satu tempat bersejarah diantara tempat bersejarah lainnya. Di tempat ini  tokoh-tokoh besar Indonesia mempelajari berbagai ideologi yang berpengaruh bagi sejarah bangsa indonesia

Tempat tinggal dari HOS Tjokroaminoto ini, telah dilindungi oleh pemerintah , dan dijadikan juga sebagai cagar budaya. Perawataan untuk kediaman HOS Tjokroaminoto ini diserahkan oleh bapak atau ibu RT  Peneleh 7 dan Ketua RW.

Kediaman HOS Tjokroaminoto ini dibuka setiap saat bagi masyarakat yang ingin melihat-lihat kediaman rumah itu, dengan cara meminta langsung atau janjian terlebih dahuluh dengan ketua RT. Antusias masyarakat untuk mengetahui tempat bersejarah ini sangat tinggi, baik masyarakat dari Surabaya maupun dari daerah lain, bahkan para turis mancanegara.

Penggunaan tempat bersejarah ini, dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar, dan  biasanya juga sebagai tempat untuk berdiskusi. Barang-barang  kediaman HOS Tjokroaminoto ini ada yang masih asli dan juga ada yang sudah dibuat tiruannya.

Rumah ini adalah tempat bersejarah dimana pahlawan dan pemberontak pernah hidup bersama, berdiskusi, maupun berdebat. Dan ini menjadi cerita yang patut dikenang sebelum mereka melakukan perjuangan yang terbaik menurut mereka masing masing. Rumah ini patuh dilestarikan karena memiliki kenangan sejarah yang berharga bagi pembelajaran kita untuk masa depan yang akan datang. (N/F : Rina)