Renovasi Kantin Tersendat, Mak Cip Sambat

actasurya.com – Hampir habis dua tahun, renovasi kantin Stikosa AWS belum juga jelas bagaimana akhir ceritanya. Lamanya proses renovasi kantin membuat pihak yang berjualan di dalamnya kebingungan. Mengantisipasi hal tersebut pihak akademik sudah menyiapkan upaya sementara.

Mak Cip, satu-satunya pedagang yang sampai sekarang masih berjualan di sana bingung.  Pasalnya, sebelum lebaran 2014  ia diberitahu dan diminta untuk berhenti berjualan sementara  karena  kantin akan dibongkar untuk direnovasi, namun sampai kembalinya ia berjualan saat setelah masa orientasi mahasiswa baru di tahun itu, kantin belum nampak berubah.

“Karena kantin dibongkar, sementara saya disuruh nggak berjualan, mau diperbaiki katanya. Pas ospek saya juga nggak jualan kan, lha mau jualan dimana kalau kantinnya di bongkar. Kemudian setelah lebaran saya ditelpon Pak Cip, katanya disuruh berjualan. Saya tanyakan, apa kantinnya sudah selesai diperbaiki, Pak Cip bilang belum pokoknya disuruh berjualan sementara,” ungkap ibu kantin yang wajahnya sudah nampak keriput ini.

Perubahan yang nampak di kantin adalah ruangannya yang semakin sempit karena adanya empat wastafel yang berdiri di sana. Adanya empat wastafel yang diletakkan berbanjar ini membuat Mak Cip semakin kebingungan, akan dijadikan seperti apa kantin nantinya. Sayangnya, kadang wastafel tersebut tidak berfungsi dengan semestinya.

“Pas saya kembali ya adanya empat wastafel itu, lha kalo naruhnya di jejer, dodolane piye ? , wastafel yang saya pakai itu juga kadang nggak keluar airnya. Jadi kalau pas nyala saya kumpulkan airnya di bak-bak, njagani kalau nanti tiba-tiba airnya nggak keluar,”  cerita Mak Cip.

Perihal ini, mantan Pembantu Ketua (PK) II, Puasini Aprilianti sempat menyatakan bahwa tersendatnya revitalisasi kantin setelah dibongkar dan adanya wastafel, dikarenakan dananya tidak cukup. Kurangnya dana untuk renovasi kantin, membuat pihak akademik menyerahkan perihal ini kepada pihak Yayasan Prapanca Surabaya.

BACA JUGA   Kurang Peserta, Workshop PR Gagal Dilaksanakan

Tjuk Suwarsono, sekretaris yayasan membenarkan bawasanya sekitar oktober 2015 lalu, renovasi kantin sudah dimasukkan ke dalam program yayasan tahun 2016. Dalam upaya memaksimalkan program ini, yayasan berusaha menggandeng pemerintah kota dalam pengerjaannya.

Mengingat perenovasian kantin merupakan pemanfaatan dari tanggul depan kampus yang akan dijadikan tempat pariwisata oleh pemkot. Yayasan berencana merenovasi kantin supaya bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa kampus, juga diharapkan dapat menjadi tempat jujukan untuk para wisatawan tanggul dan umum.

Dalam hal tersebut, Yayasan merasa bahwa pemkot akan lebih mampu menciptakan kantin seperti apa yang diharapkan oleh yayasan. Kalau pihak yayasan yang  mendanai perenovasian kampus secara independent hasilnya akan biasa saja.

Kerja sama pihak yayasan dengan Pemkot, diprediksi membutuhkan waktu yang lama oleh PK II yang sekarang, Masud Sukemi. Sambil menunggu terealisasinya program kerja sama tersebut, PK II melakukan upaya pembenahan sementara, antara lain  bersih-bersih dan pengecatan kantin  yang akan berjalan pada Februari ini.

“Program dari Yayasan dengan Pemkot masih menunggu waktu, kan belum pasti tanggal tahunnya juga. Nanti daripada menunggu lama, ya kita manfaatkan dulu untuk membenahi kantin. Rencana, februari ini akan berjalan, entah awal, tengah atau akhir bulan,”  tutur Masud Sukemi.

Mas’ud Sukemi, juga mengaku sudah melakukan upaya pengajuan surat kepada Dinas Koperasi untuk meminta bantuan rombong berukuran 1 meteran. Hal tersebut ditujukan, supaya nantinya bisa ada penambahan sekitar 5-6 penjual makanan di kantin. Ia juga menerangkan, pembenahan ini dilaksanakan  mengunakan dana internal kampus. (N/F: Titis,Farid/Dok)