PK3 dan Kabag Rumah Tangga Tak Paham SOP

actasurya.com – Peristiwa pencurian barang berupa helm milik mahasiswa yang terjadi di lingkungan kampus Stikosa-AWS belakangan menuai aksi protes. Terlihat dari bertenggernya spanduk putih yang berisikan tulisan bernada kritis, pada Jum’at (4/3) siang.

Mediasi pun akhirnya dilakukan, Puasini Apriliyantini, selaku Pembantu Ketua 3 bidang kemahasiswaan dan Nurhadi Kepala Bagian Rumah Tangga langsung mendatangi area sekretariat Organisasi Mahasiswa (Ormawa) selang beberapa jam setelah spanduk protes terpasang.

Poundra Aditya, mahasiswa yang memasang spanduk bernada protes tersebut mengatakan bahwa itu adalah bentuk akumulasi kekecewaan dari buruknya sistem keamanan yang ada di kampus. “Sudah terjadi berkali-kali peristiwa hilangnya barang mahasiswa, ini yang kesekian kalinya, padahal sudah ditunjang CCTV, tapi tetap tidak ada tindakan,” tukas Poundra.

Penanganan dari pihak akademik kampus pun terlihat lamban, dibuktikan dari tindak lanjut proses surat kehilangan yang diajukan sejak 8-9 Februari hingga sebulan berlalu masih belum menemui kejelasan.
“Setelah dijanjikan diperlihatkan rekaman CCTV, setelah dilihat, namun ternyata filenya tidak ada,” ungkap Julia Ekawati, mahasiswi yang kehilangan.

Terjadi pengelakan dari Nur Hadi, ia mengaku pihaknya sudah mem-backup rekaman CCTV tersebut. “Rekaman tanggal 8-10 sudah dibackup oleh tim IT kita,” namun nyatanya file tersebut hilang.

Mahasiswa menengarai kelambanan inilah yang menyebabkan hilangnya file CCTV secara otomatis. “Ada SOP (Standart Operasional Prosedur *red) yang mengatur, kenapa masih berjalan lambat,” tegas Poundra, saat mediasi, pada pihak akademik.

Menanggapi hal itu, Puasini Apriliyantini menyalahkan pihak akademik seharusnya bisa bergerak lebih cepat menyikapi hal seperti ini. “Prosedur memang sudah dibuat, namun pihak kita memang keliru jika tidak segera ditangani,” ungkap April. “SOP harus diperbaiki, agar tak terulang lagi kejadian seperti ini,” tambahnya.

BACA JUGA   Kakek 62 tahun, Pertahankan Tahu Campur Pikulan

Di akhir mediasi, mahasiswa berpesan agar SOP itu benar-benar diterapakan, tak hanya sekedar tempelan. (N/F : Farid, Elisa)