actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Perjalanan Menaiki Puncak Candrawana Saat Bazar Ormawa
BERITA

Perjalanan Menaiki Puncak Candrawana Saat Bazar Ormawa

redaksiBy redaksi5 September 2015
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Oyot dan Buntil mulai menaiki dinding depan bangunan Stikosa-Aws. Dengan perlengkapan lengkap ala pendaki, mereka berusaha menaiki dinding rata dari bawah. Seluruh penonton terbawa suasana. Belum lagi dengan backsound yang mendukung, membuat suasana semakin tegang. Namun  hanya butuh seperkian menit, keduanya sudah mencapai puncak bangunan.

Beberapa anggota lainnya meneriakkan jargon mereka “Helogen” yang lalu dijawab “Prapala”. Seiring demikian, bendera Prapala dikibarkan. Mereka yang berada di bawah lantas membuat lingkaran. Sejalan kemudian dinyanyikan lagu wajib, “Yakin”. Terakhir ditutup dengan dinyalakan kembang api.

Begitulah cuplikan dari peragaan yang dipertunjukkan oleh organisasi Prapanca Pencinta Alam (Prapala).  Dalam pertunjukkna itu, menceritakan perjalanan satu tim yang terdiri dari 6 orang anggota Prapala. Dua di antaranya, Oyot dan Buntil, diceritakan menaiki puncak Candrawana.

“Sebenarnya kami ingin menampilkan pertunjukan yang sesuai dengan  bidang kam. Hanya saja, tampilannya saja kemasannya yang berbeda tahun ini,” kata Aditya Sanggra Pramana, salah satu anggota Prapala lainnya, Sabtu (9/5) malam. (faz)

 

Bazar Ormawa Prapala
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.