actasurya.com – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 729, Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Surabaya Vaganza setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Festival ini diramaikan oleh ribuan penonton yang berjejer mulai dari sepanjang Jalan Tunjungan hingga Alun-Alun Surabaya.

Uniknya, Surabaya Vaganza kali ini terdiri dari dua rangkaian acara yaitu Parade Bunga dan Parade Budaya. Kegiatan ini diisi oleh penampilan dari 19 peserta Parade Bunga dengan mobil yang dihiasi bunga dan 10 Peserta Parade Budaya. Parade bunga dimulai pada pukul 15.00 WIB kemudian dilanjut dengan Parade Budaya pada pukul 18.00 WIB.

Surabaya Vaganza diselenggarakan pada 28 Mei 2022 dan dihadiri langsung oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota Surabaya. Mulai dari Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, perwakilan dari fraksi-fraksi DPRD Kota Surabaya, dan masih banyak lagi.

Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa hari ulang tahun Surabaya merupakan momen kebangkitan bagi Surabaya. Parade bunga ini sebagai salah satu wujud kebangkitan Kota Surabaya untuk menuju kekuatan ekonomi masyarakat.

“Hari ini, Hari Ulang Tahun, hari jadi kota Surabaya yang ke 729. Inilah waktunya hari kebangkitan kota Surabaya. Waktunya pergerakan ekonomi kita gerakkan semuanya. Dan parade bunga ini menjadi salah satu wujud kebangkitan Kota Surabaya untuk menuju kekuatan ekonomi kerakyatannya,” terang cak Eri, sapaan akrabnya.

Penampilan dari Marching Band Gita Swara Samudera dalam acara Surabaya Vaganza HJKS ke-729 di Jalan Tunjungan Surabaya (28/05/22)

Penampilan Marching band Gita Swara Samudera dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya    menjadi pembuka festival Surabaya Vaganza. Raditya Huda Pranowo, selaku Koordinator Marching Band Gita Swara Samudera menyampaikan bahwa ada 200 peserta yang tergabung mulai dari tim pendukung, tim dokumentasi, dll.

“Jumlahnya 200 personil, itu ditambah tim pendukung ya. Tim dokumentasi, pembawa papan nama sama yang bawa air minum, ” terangnya.

Dia juga menambahkan, persiapan Marching Band ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya cukup 7 hari saja mereka bisa mempersiapkan berbagai aksinya dengan matang.

Disisi lain, Tarisa selaku bagian dari Dinas Pariwisata mengatakan bahwa antuasiasme penonton sangat luar biasa. Mereka tetap patuh dengan protokol yang ada dengan tetap menggunakan masker.

Dia juga menngungkapkan, persiapan acara tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama. Berselang beberapa waktu saja setelah acara lalu yakni pertandingan uji coba Persebaya vs Persis serta Festival Rujak Uleg, mereka telah mempersiapkan dengan baik acara Surabaya Vaganza ini.

“Persiapannya juga nggak lama. Nggak sampai seminggu. Seusai acara Persebaya lawan Persis dan Rujak Uleg, baru kita siapkan acara ini, ” tuturnya.

Salah satu penonton yang tak mau disebutkan namanya memberikan tanggapan mengenai penampilan peserta Surabaya Vaganza. Baginya ini merupakan kali pertama dia menyaksikan acara ini. Menurutnya, setiap peserta memberikan penampilan yang terbaik. Sebagai penutup ia juga berharap agar acara untuk tahun depan semakin meriah dengan banyaknya peserta yang ikut.

“Menurut saya, penampilan masing-masing peserta menarik, dan memiliki keunikan tersendiri. Semoga tahun depan ada acara lagi kaya gini, semoga lebih banyak lagi pesertanya yang ikut” tutupnya.

(N/F:Zak/Dok.Pribadi)