Pemutaran Pra Diklat, Calon Sineas KOPI Unjuk Gigi

actasurya.com – Cuaca hujan tidak menghalangi semangat calon Sineas Kumpulan Orang Penggemar Indie Film (KOPI Production). Bertempat di pendopo Stikosa-AWS, yang telah dikondisikan sedemikian rupa, akhirnya pemutaran film pra diklat angkatan baru KOPI dihelat pada Senin (14/12), malam.

Acara ini dibuka tepat pukul 19.30 WIB. Film pertama yang diputar berjudul Lastri. Film ini berkisah tentang perjalanan terjal hidup seorang wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Film ini juga menjelaskan bahwa kehidupan pernikahan seseorang tidaklah selalu mulus sesuai harapan.

Berbeda dengan film pertama yang bergenre drama, film kedua yang diputar ini berhasil mencuri riuh gelak tawa penonton. “Film ini mengambil kisah seorang psikopat, namun kami ambil segi komediknya,” ujar Nur Hayati, selaku Sutradara film yang berjudul Sketsa ini.

“Filmnya lucu, berbeda dengan film pertama tadi, saya sih suka adegan hantu kesakitannya karena kocak,” kesan Rani Fitri Yulia Ningsih, salah satu penonton yang terhibur dengan film Sketsa.

Audience yang hadir kemudian dibawa ke suasana menegangkan dengan diputarnya film ketiga yang berjudul Sepanjang Masa. Film ini menceritakan lika-liku percintaan remaja bernama Radit, dikisahkan ia terjebak dalam hubungan asmara segitiga dengan wanita bernama Jani dan Sofie. Namun sesosok hantu menyeramkan secara tiba-tiba muncul. Diketahui hantu tersebut adalah arwah Ibunda Radit yang tidak ingin anaknya salah melangkah dalam memilih pasangan hidupnya “film ini membuktikan kasih ibu memang benar-benar sepanjang masa, bahkan ketika sudah menjelma menjadi hantu, ibu tetap tidak akan meninggalkan anaknya,” tukas Haznah Han, Sutradara film yang kental dengan nuansa horor tersebut.

Mengusung tajuk ‘Ngopi, Film’ pemutaran pra diklat kali ini berhasil menyedot animo penonton di luar dugaan. Seperti yang dikatakan Ketua Pelaksana acara, Geremiah Affiar “awalnya sih kita memperhitungkan 50 penonton saja, namun semakin lama semakin membeludak penontonnya bahkan sampai ada yang berdiri,” ujarnya, saat ditemui Reporter actasurya.com.

BACA JUGA   Jangan Kian Redup Kampus Biruku

“Apresiasi penonton cukup baik, padahal persiapan juga sangat singkat, total 8 hari kita proses produksi ketiga film tersebut,” ujar Geremiah, namun ia juga tak mengelak dari kritik dari beberapa pihak terkait acara dan film garapan rekan-rekanya “terima kasih juga untuk beberapa kritikan membangunnya,” tambahnya. (N/F: Farid)