actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Meski Punya 142 Komodo, KBS Ingin Mengembangbiakkan Sendiri
BERITA

Meski Punya 142 Komodo, KBS Ingin Mengembangbiakkan Sendiri

redaksiBy redaksi7 Maret 2019
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Actasurya.com – Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini mengalami peningkatan terhadap populasi hewan satwa Komodo hingga 100 persen di tahun 2019 ini. Pasalnya, suksesnya breeding komodo ini dalam satu musim kawin, tujuh induk komodo menetaskan 74 telur dari 114 telur setelah hasil inkubasi disiplin selama 6 sampai 7 bulan sejak 2018 lalu.

“Tahun ini KBS berhasil meningkatkan populasi Komodo, dan pencapaian sebanyak ini baru terjadi di Indonesia. Karena biasanya Komodo menetas rata-rata hanya 15 sampai 20 ekor saja,” kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Chairul Anwar saat diwawancarai usai jumpa pers Kelahiran Satwa Komodo, Selasa (05/3).

Chairul menjelaskan proses inkubasi pun melalui tahap yang cukup rumit, karena keeper secara intensif melakukan pengamatan selama 24 jam untuk mengamati Komodo yang akan bertelur. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah rusaknya telur oleh gangguan Komodo lain.

“Karena jika ada telur yang rusak, kami harus segera mengambilnya dari inkubator untuk mencegah kerusakan telur yang lain,” ujarnya.

Tujuh induk komodo menetaskan 74 telur dari 114 telur setelah hasil inkubasi disiplin selama 6 sampai 7 bulan sejak tahun lalu. Di Kebun Binatang Surabaya, Selasa, (5/3/2019).

Dari 74 ekor anak komodo yang berasal dari 7 induk komodo nantinya akan dipelihara di kompleks Komodo KBS. Dan tetap dikembangbiakkan di lingkungan sendiri.

“Pertukaran jenis komodo tidak mudah kita lakukan, karena dilindungi UU Perlindungan Satwa. Segala bentuk tukar-menukar satwa purba jenis reptil harus melalui izin presiden,” jelas Anwar.

Selain itu, jumlah anak komodo terbanyak ini dirasa Anwar tidak menjadi masalah peledakan populasi komodo di KBS. “Malah kami senang bisa menetas banyak. Terkait infrastruktur, bisa dikembangkan,” tambahny.

Sementara itu, Kepala Humas PDTS KBS, Wini Hustiani mengungkapkan, nantinya akan menyiapkan kurang lebih lima kandang peraga untuk tempat Komodo anakan yang baru lahir ini. Namun lokasinya masih belum bisa dipastikan, karena masih dalam pembahasan.

“Selain itu, untuk memindahkan anakan Komodo ke kandang peraga minimal harus berusia 1 hingga 2 tahun,” ujarnya.

Selain usia tersebut, pihak KBS juga harus mengetahui kesehatan fisik maupun mental anakan Komodo seperti fisik bagus, perilakunya stabil dan kuat. Dengan pertimbangan tersebut maka Komodo tidak merasa stress maupun terganggu jika melihat pengunjung yang ramai.

Selain itu, KBS juga sangat berhat-hati dalam merawat 74 anakan Komodo saat ini agar bisa tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, dalam kandang dipasang termometer untuk mengatur suhu kandang agar lebih hangat. “Biasanya suhu yang dibutuhkan bayi komodo lebih hangat yakni sampai 5 sampai 10 derajat,” tutupnya. (N/F: est)

hewan satwa kebun Binatang Surabaya kodomo Satwa Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.