actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»GAYA HIDUP»Menguak Peradaban Pulau 1000 Benteng
GAYA HIDUP

Menguak Peradaban Pulau 1000 Benteng

redaksiBy redaksi12 September 2009
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Prapala Road to Civilization Button Island
Menguak Peradaban Pulau 1000 Benteng

Pulau Buton menyimpan banyak sisa peradaban kuno. Seperti benteng-benteng pertahanan kerajaan dan tempat yang lainnya. Namun keberagaman artefak tersebut belum diexpose banyak orang. Hal tersebut yang menggelitik UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Prapala (Prapanca Pecinta Alam) Stikosa-AWS menjadikan pulau yang dijuluki pulau 1000 benteng tersebut sebagai tujuan tempat penggarapan tugas akhir angkatan mudanya.

`Acara yang dilaksanakan 5-25 Agustus lalu tersebut tidak hanya berlabuh di pulau Buton saja. tapi, sebelumnya rombongan juga sempat singgah di kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. “Perjalanan membutuhkan waktu tiga hari dua malam, ditempuh menggunakan kapal laut. Disana kita juga dibantu keluarga prapala angkatan 1999 yang memang menetap disana,” Ujar Laurencius Monday selaku ketua umum Prapala.
“Dari browsing Internet kita punya tiga opsi tempat, ada Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Jawa memang punya banyak tempat, tapi kebanyakan sudah banyak orang yang tahu. Jadi, kita pilih Sulawesi Tenggara khususnya pulau Buton untuk kita kupas peradabannya, karena banyak tempat disana yang perlu dikenalkan,” Jelas mahasiswa yang akrab disapa Olen ini.
“Ini memang program kerja Prapala setiap tahunnya, tujuannya untuk tugas akhir angkatan muda sebelum naik tingkat menjadi angkatan biasa,” imbuhnya.
Prapala memfokuskan pembuatan tugas akhir angkatan mudanya pada bidang jurnalistik, linier dengan basic ilmu yang diajarkan Stikosa-AWS. “Semuanya kita dasarkan pada ilmu jurnalistik. Ada tulis, fotografi dan video recording,” tukasnya.
Unit kegiatan para pecinta alam tersebut memberangkatkan tiga angkatan mudanya, Prestiandini Adila (Cebong), Rory Nurmawati (Corong) dan Fajar Rulianto (Lepek). Disana mereka dibimbing tiga senior yang kompeten pada bidang fotografi, tulis dan video recording. Yudi Dwi Anggoro (Gombal), Dian Kurniawan (Semprong) dan Laurencius Monday (Letheg).
Kegiatan yang berlangsung tak selalu berjalan mulus. Disana tim dipersulit dengan sistem birokrasi yang berjalan. “Kendala kita hanya berada sistem birokrasi, seperti perizinan dan lain-lain,” paparnya.
Rencananya dari acara Prapala road to civilitation Button island ini, Oktober akan diselenggarakan acara lanjutan untuk menunujukan hasil petualangannya di Sulawesi Tenggara. “Mungkin kita juga akan mengundang perwakilan dari disparta, karena selain memperkenalkan tempat-tempat baru di Sulawesi Tenggara yang berpotensi menjadi tempat wisata, kita nanti juga ingin sharing budaya,” ulas pemilik rambut gimbal tersebut. (Naskah: Subagus Indra P./Foto: Yudi “Gombal” Prapala)

 

Mahasiswa Pers Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.