Menghiasi Malam Tahun Baru dengan Car Free Night

actasurya.com – Momen pergantian tahun adalah momen dimana masyarakat dunia berkumpul dan merayakan hari istimewa ini. Begitupun di Indonesia. Surabaya, salah satu kota besar di Indonesia ini juga turut menyemarakkan malam pergantian tahun 2015 ke 2016. Berpusat di Balai Pemuda, masyarakat Surabaya berbondong-bondong memadati kawasan tersebut.

Acara ini merupakan serangkaian dari acara CFN ( Car Free Night ) yaitu tentang pemberlakuan sistem Car Free Day ( CFD ) di malam tahun baru. Animo masyarakat Surabaya sudah terlihat di depan Hotel Majapahit, dengan berjalan kaki di ruas jalan yang menuju ke arah Balai Pemuda.

Saking ramainya oleh pengunjung membuat ruas jalan ke arah sebaliknya macet parah. Polisi pun dikerahkan dalam penertiban kendaraan dan pengunjung. “Aku sempat  susah sih cari tempat parkir, gara-gara macet panjang juga” ujar Berli, salah satu pengunjung acara CFN ini.

Area sekitar panggung di depan Balai Pemuda terlihat dipadati oleh pengunjung yang lesehan. Hingga Taman Apsari pun, penuh sesak tidak dapat di hindari lantaran tempat yang juga dipadati oleh banyaknya pedagang.

Acara dimulai sekitar pukul 22.30 WIB dengan alunan musik yang di bawakan oleh penyanyi dari panggung. Lagu dangdut yang menjadi pembuka, membuat pengunjung seakan terhipnotis dan ikut berjoget di depan panggung.
Sekitar pukul 23.46, penembakkan puluhan kembang api dengan berbagai warna mengerangi langit di malam pergantian tahun tersebut.

Tidak melulu dari acara, kembang api juga ditembakkan oleh beberapa penonton untuk menambah kemeriahan. Banyak juga yang membawa terompet untuk menyemarakkan suasana. “Ini sih pertama kali saya tahun baru disini, baru tau juga kalau ada CFN soalnya tahun-tahun kemarin hanya pulang ke desa bersama kelurga. Yah semoga tahun depan bisa seperti ini lagi kalo bisa sih lebih baik” ujar Sadino, pengunjung yang membawa keluarganya untuk merayakan tahun baru.

Teriakan kemeriahan dari penonton terdengar saat kembang api terakhir di tembakkan serentak dari dua arah. Diringi juga oleh terompet-terompet penonton yang nyaring memenuhi malam.

Sayangnya ketika acara kembang api sudah selesai, hujan pun perlahan mulai mengguyur. Penonton yang tadinya bersesakan, terlihat berlarian mencari tempat untuk berteduh. Ada yang memilih untuk berteduh dahulu dan yang lainnya memilih untuk pulang.

Tepat pukul 00.39 penonton sudah mulai berkurang. Walaupun hujan turun, pasukan kebersihan pun mulai bekerja karena banyaknya sampah yang di tinggalkan oleh pengunjung di seluruh area CFN. (N/F: Dewid)